Aprilia, Siska (2026) Gambaran Bruxism Berdasarkan Bruxism Screener di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (307kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (271kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (240kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (273kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Bruxism merupakan aktivitas otot pengunyahan yang ditandai dengan kebiasaan mengatupkan (clenching) atau menggeretakkan (grinding) gigi secara berulang dan tidak disadari, yang dapat menimbulkan manifestasi pada jaringan keras dan lunak rongga mulut. Konsensus internasional bruxism memperkenalkan Bruxism Screener (BruxScreen) sebagai instrumen skrining untuk menilai keluhan subjektif dan tanda klinis bruxism. Tujuan: Mengetahui gambaran bruxism berdasarkan Bruxism Screener di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Andalas. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional pada 37 responden yang dipilih secara purposive sampling. Penilaian menggunakan kuesioner BruxScreen-Q (keluhan subjektif) dan pemeriksaan BruxScreen-C (tanda klinis). Analisis dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Aktivitas bruxism yang paling dominan dilaporkan adalah clenching saat terjaga (97,3%), sedangkan grinding saat tidur paling jarang dilaporkan (54,1%). Pada gejala rahang, rasa tidak nyaman saat bangun tidur merupakan keluhan yang paling banyak dilaporkan (86,5%), sedangkan rahang terkunci saat tidak makan paling jarang dilaporkan (13,5%). Pada pemeriksaan klinis, keausan gigi ditemukan pada seluruh responden (100%), diikuti indentasi lidah (78,4%), linea alba (59,5%), eksostosis (43,2%), hipertrofi otot masseter saat kontraksi (35,1%), hipertrofi otot masseter saat relaksasi (29,7%), dan indentasi bibir (24,3%), serta tidak ditemukan ulkus traumatik pada lidah. Keausan gigi derajat ringan merupakan derajat yang paling banyak ditemukan pada hampir seluruh sextant. Kesimpulan: Keluhan subjektif bruxism yang paling dominan adalah clenching saat terjaga dan rasa tidak nyaman rahang saat bangun tidur, sedangkan tanda klinis yang paling banyak ditemukan adalah keausan gigi derajat ringan, diikuti oleh indentasi lidah, linea alba, eksostosis, hipertrofi otot masseter, dan indentasi bibir.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | drg. Eni Rahmi, Sp.Pros ; drg. Suci Rahmasari, M.Kes |
| Uncontrolled Keywords: | Bruxism; Bruxism Screener; BruxScreen-Q; BruxScreen-C |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Gigi |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 02:43 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 02:43 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]