Collaborative Governance Pengelolaan Pariwisata di Nagari Amping Parak Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2020-2025

Sakina, Indah (2026) Collaborative Governance Pengelolaan Pariwisata di Nagari Amping Parak Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2020-2025. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (305kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (533kB)
[img] Text (03. Bab VI)
03. Bab VI.pdf - Published Version

Download (223kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (203kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05.Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika collaborative governance dalam pengelolaan ekowisata berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Nagari Amping Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat pada periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap dua belas informan yang dipilih secara purposive sampling, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, serta divalidasi melalui triangulasi pakar. Kerangka teoritis yang digunakan adalah teori Collaborative Governance Regime (CGR) dari Emerson, Nabatchi, dan Balogh (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbentuk secara bottom-up melalui inisiatif Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL)/Laskar Turtle Camp (LTC), didukung oleh Pemerintah Nagari, PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Yayasan KEHATI, serta dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat. Pada tahap initiating collaboration, kolaborasi diinisiasi oleh kesadaran ekologis masyarakat atas ancaman abrasi dan minimnya ruang terbuka hijau. Pada tahap collaboration dynamics, ketiga komponen telah berjalan, principled engagement melalui musyawarah nagari; shared motivation atas dasar kepercayaan dan nilai gotong royong; serta capacity for joint action yang masih belum optimal karena bergantung pada dukungan eksternal yang bersifat temporer. Pada tahap generating change, kolaborasi menghasilkan dampak ekologis berupa rehabilitasi mangrove dan peningkatan populasi penyu bertelur, serta dampak sosial berupa pengakuan nasional sebagai Juara III Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024. Namun, dampak ekonomi bagi masyarakat lokal belum signifikan karena model community-based ecotourism yang distributif belum berkembang optimal. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, musyawarah dan gotong royong, berperan sebagai modal sosial yang memperkuat kolaborasi lintas aktor.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Aidinil Zetra, S.IP, M.A ; Andri Rusta, S.IP, M.PP
Uncontrolled Keywords: Collaborative Governance; Ekowisata; Konservasi Penyu; Pengurangan Risiko Bencana; Nagari Amping Parak
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik
Depositing User: S1 Ilmu Politik
Date Deposited: 15 Aug 2026 08:49
Last Modified: 15 Aug 2026 08:49
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529049

Actions (login required)

View Item View Item