Pratiwi.Z, Rani (2026) Studi Laju Erosi di DAS Batang Kuranji Menggunakan Metoda SWAT (Soil and Water Assessment Tool). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text
01 Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
02 BAB I.pdf - Published Version Download (330kB) |
|
|
Text
03 BAB V.pdf - Published Version Download (134kB) |
|
|
Text
04 Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (169kB) |
|
|
Text
05 Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (20MB) | Request a copy |
Abstract
DAS Batang Kuranji, yang merupakan salah satu DAS pada Wilayah Sungai Indragiri – Akuaman dengan total luas DAS 202,70 km2 yang berperan penting dalam penyangga sistem tata air serta jalur utama aliran permukaan. Dalam beberapa tahun terakhir, DAS Batang Kuranji mengalami peningkatan masalah erosi dan sedimentasi yang disebabkan oleh perubahan pada lahan dan kegiatan pembangunan. Pemasalan ini diperparah dengan terjadinya banjir yang membawa sedimen dari hulu diakibatkan curah hujan yang tinggi yang mengikis permukaan tanah sehingga terjadinya erosi pada tahun 2025 memberikan kerugian yang besar mulai dari kerusakan insfrastruktur irigasi, berubahnya aliran sungai, kekurangan air bersih dan banyak masyarakat yang mengunggsi. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju erosi dan sedimentasi pada DAS Batang Kuranji menggunakan model Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Data yang digunakan untuk melakukan simulasi pada model SWAT, meliputi data curah klimatologi 2015 - 2024, peta tutupan lahan pada tahun 2018 dan tahun 2025, peta tanah tahun 2007 serta peta topografi untuk menentukan HRU. Berdasarkan hasil pemodelan, total laju erosi pada tahun 2021 sebesar 1153,7 ton/ha/tahun dengan erosi tertinggi sebesar 165,9 ton/ha/tahun (sub-DAS 15) dan pada tahun 2025 sebesar 6203,4 ton/ha/tahun dengan erosi tertinggi sebesat 569,6 ton/ha/tahun (sub-DAS 3). Sedangkan rata-rata sedimentasi yang terjadi pada tahun 2021 sebesar 35,65 ton/ha/tahun dan pada tahun 2025 sebesar 272,18 ton/ha/tahun. Dimana untuk klasifikasi Tingkat Bahaya Erosi pada tahun 2021 dan 2025 dikategorikan bahaya sangat berat, dengan sub-Das dari klasifikasi ‘Ringan” menjadi “Berat” pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh faktor perubahan tutupan lahan yang menyebabkan meningkatkan nilai Curve Number serta curah hujan yang tinggi pada tahun 2025 Penggunaan model SWAT diharapkan dapat menganalisi prediksi laju erosi dan sedimentasi pada DAS Batang Kuranji sebagai sebagai acuan dasar perencanaan konservasi tanah dan air, pengendalian banjir serta pengelolaan DAS yang lebih efektif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Eng. Junaidi, S.T., M.Eng |
| Uncontrolled Keywords: | Batang Kuranji; DAS; Erosi; Sedimentasi; SWAT |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | S1 Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 04:11 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 04:11 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528809 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric