Putra, Rafqi Febrian (2026) Analisis Dampak Pengintegrasian Tambahan 5 MW PLTM WSE Generator terhadap Profil Tegangan dan Rugi-Rugi Daya Sistem Distribusi 20 kV Muara Labuh. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstract)
01. Cover & Abstract.pdf - Published Version Download (376kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (295kB) |
|
|
Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (277kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Sistem distribusi 20 kV ULP Muara Labuh memiliki lintasan jaringan yang panjang, sehingga rentan terhadap penurunan tegangan dan tingginya rugi-rugi daya. Untuk mengatasi masalah tersebut, direncanakan pengintegrasian Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Waskita Sangir Energi (WSE) beserta penambahan satu unit generator 5 MW sebagai Distributed Generation. Penelitian ini mengevaluasi dampak integrasi tersebut melalui simulasi aliran daya (load flow) menggunakan perangkat lunak DIgSILENT PowerFactory. Analisis dilakukan dengan membandingkan 12 skenario pola operasi pada pembebanan awal (existing) serta proyeksi pertumbuhan beban sebesar 4,04% per tahun mengacu pada parameter RUPTL. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi existing, Skenario 2 (PLTM WSE kondisi OFF) merupakan konfigurasi paling efisien yang menghasilkan susut daya aktif terendah sebesar 0,59 MW dengan profil tegangan memenuhi standar minimum SPLN (≥18,00 kV). Sebaliknya, pengoperasian seluruh kapasitas pembangkit secara maksimal (Skenario 12) pada pembebanan awal justru memicu terjadinya aliran daya balik (reverse power flow) menuju Gardu Induk, yang berakibat pada peningkatan rugi-rugi daya. Namun demikian, evaluasi proyeksi pertumbuhan beban membuktikan bahwa penentuan skenario operasi terbaik bersifat dinamis. Ekspansi penambahan generator 5 MW pada PLTM WSE (Skenario 12) secara mutlak dibutuhkan ketika sistem mencapai titik kritis pada Tahun ke-6. Pada titik tersebut, pengoperasian maksimal dari Skenario 12 terbukti tangguh menopang lonjakan beban sistem, berhasil meniadakan aliran daya balik, meminimalkan susut daya, serta mencegah jaringan dari keruntuhan tegangan (voltage collapse) sebelum sistem akhirnya membutuhkan pengembangan infrastruktur jaringan baru setelah melewati Tahun ke-7
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Muhammad Nasir, Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Sistem Distribusi 20 kV; Profil Tegangan, Rugi-Rugi Daya; Distributed Generation; Pertumbuhan Beban; Reverse Power Flow; DIgSILENT PowerFactory |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | S1 Teknik Elektro |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 03:37 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 03:37 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528757 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]