Determinan Kejadian Pneumonia pada Balita di Indonesia : Analisis Multilevel Faktor Individu dan Wilayah (Analisis Data SSGI Tahun 2024)

Zahara, Fadilah Yuma (2026) Determinan Kejadian Pneumonia pada Balita di Indonesia : Analisis Multilevel Faktor Individu dan Wilayah (Analisis Data SSGI Tahun 2024). S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (529kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (380kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (325kB)
[img] Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Pneumonia masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di Indonesia dengan jumlah kasus terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian pneumonia pada balita di Indonesia tahun 2024 menggunakan pendekatan multilevel faktor individu dan wilayah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh serta menguji apakah hubungan antara faktor individu dengan pneumonia bervariasi antar provinsi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan analisis multilevel berbasis data SSGI 2024 dan data BPS Indonesia. Sampel sebanyak 201.017 balita usia 12-59 bulan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (regresi logistik), serta multilevel (GLMM) untuk menilai fixed effect, random effect, dan ICC. Prevalensi pneumonia pada balita di Indonesia sebesar 1,09%. Variabel dengan hasil fixed effect: kepadatan hunian yang konsisten di semua provinsi (p>0,05). Variabel dengan hasil random effect: status gizi, imunisasi dasar lengkap, imunisasi PCV, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, dan klasifikasi tempat tinggal yang bervariasi antar provinsi (p<0,05). Variabel dengan hasil cross-level interaction yang signifikan dengan kepadatan penduduk tinggi adalah status gizi, pekerjaan ibu, dan klasifikasi tempat tinggal (p<0,05). Kontribusi faktor pada level individu sebesar 89,89% dan wilayah sebesar 10,11% terhadap kejadian pneumonia pada balita di Indonesia. Kepadatan tinggi merupakan faktor risiko terkuat sekaligus memoderasi pengaruh status gizi, pekerjaan ibu, dan klasifikasi tempat tinggal. Diperlukan pendekatan intervensi berbasis wilayah (place-based) yang disesuaikan dengan karakteristik kepadatan setiap provinsi dan integrasi program perbaikan gizi.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Defriman Djafri, SKM., MKM., Ph.D; Dr. Aria Gusti, SKM., M.Kes
Uncontrolled Keywords: Multilevel; Pneumonia Balita; Faktor Individu; Wilayah; SSGI 2024
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi
Depositing User: S2 Epidemiologi Epidemiologi
Date Deposited: 14 Aug 2026 04:19
Last Modified: 14 Aug 2026 04:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528546

Actions (login required)

View Item View Item