Ilhami, M. Rif'at (2026) Pemodelan Spasial Kejadian Malaria Berdasarkan Faktor Iklim dan Kepadatan Penduduk di Provinsi Riau Tahun 2021-2024. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (104kB) |
|
|
Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version Download (48kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (104kB) |
|
|
Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Riau. Dalam empat tahun terakhir, Provinsi Riau secara konsisten termasuk provinsi dengan nilai API tertinggi di Pulau Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kejadian malaria serta hubungan faktor iklim (suhu, kelembapan, curah hujan, kecepatan angin, dan tekanan udara) dan kepadatan penduduk terhadap kejadian malaria di Provinsi Riau tahun 2021–2024 menggunakan pendekatan spasial. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan data sekunder. Data malaria diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, data iklim dan kepadatan penduduk di peroleh dari BPS Provinsi Riau. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat Indeks Moran & LISA, multivariat, dan GWR. Hasil penelitian menunjukkan kejadian malaria di Provinsi Riau memiliki pola persebaran yang cenderung banyak ditemukan pada beberapa wilayah pesisir dan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Hanya variabel kepadatan penduduk yang memiliki autokorelasi spasial yang signifikan (Moran's I = -0,045). Analisis GWR menunjukkan bahwa tekanan udara, kecepatan angin, dan kepadatan penduduk merupakan variabel yang dominan memiliki hubungan dengan kejadian malaria. Wilayah dengan tekanan udara lebih rendah dan kepadatan penduduk lebih rendah memiliki kejadian malaria yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Tekanan udara dan kepadatan penduduk merupakan faktor dominan terhadap kejadian malaria di Provinsi Riau. Perlu mengembangkan sistem peringatan dini (Early Warning System) malaria berbasis data klimatologi, khususnya tekanan udara dan kepadatan penduduk. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan pemetaan risiko malaria berbasis GIS untuk memprioritaskan intervensi di daerah yang teridentifikasi memiliki kombinasi faktor risiko tinggi seperti Rokan Hilir dan Kota Pekanbaru.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Masrizal, SKM, M.Biomed; Dr. Yessy Markolinda, S.Si, M.Repro |
| Uncontrolled Keywords: | Ekologi; Faktor Iklim; Kepadatan Penduduk; LISA; GWR |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S2 Epidemiologi |
| Depositing User: | S2 Epidemiologi Epidemiologi |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 03:33 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 03:33 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528540 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]