Irawan, Nova Aura (2026) Potensi Antibakteri Kapang Endofit Bakau Hitam (Rhizophora mucronata) dan Uji Kadar Fenolik Total. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (175kB) |
|
|
Text (Bab I - Pendahuluan)
BAB 1 - Pendahuluan.pdf - Published Version Download (83kB) |
|
|
Text (Bab V - Penutup)
BAB 5 - Penutup.pdf - Published Version Download (122kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (220kB) |
|
|
Text (Skripsi full text)
Tugas Akhir fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Tanaman telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional, termasuk untuk mengatasi infeksi bakteri. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif adalah tanaman bakau hitam (Rhizophora mucronata). Selain tanaman itu sendiri, kapang endofit yang berasosiasi dengan tanaman juga diketahui mampu menghasilkan berbagai metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder, menentukan kadar fenolik total serta menguji aktivitas antibakteri dari kapang endofit tanaman bakau hitam. Pada penelitian ini, kadar fenolik total diukur menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan dinyatakan dalam mg GAE/gram. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus (+ve) dan Escherichia coli (-ve). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar dan fraksi kapang endofit mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, triterpenoid dan alkaloid. Kadar fenolik total tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat sebesar 74,553 mg GAE/gram, diikuti fraksi butanol sebesar 53,291 mg GAE/gram dan fraksi heksana sebesar 34,132 mg GAE/gram. Uji antibakteri menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memberikan aktivitas terbaik pada konsentrasi 50% dengan zona hambat sebesar 11,34 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang tergolong kuat dan 8,10 mm terhadap bakteri Escherichia coli yang tergolong sedang. Sementara itu, ekstrak kasar, fraksi heksana, dan fraksi butanol menunjukkan aktivitas antibakteri kategori sedang hingga sangat lemah. Hasil ini menunjukkan bahwa kapang endofit dari Rhizophora mucronata berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa antibakteri dan antioksidan alami.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Afrizal, Prof., Dr.; Agus Supriyono, Dr. |
| Uncontrolled Keywords: | Rhizophora mucronata; kapang endofit; antibakteri; fenolik total |
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia |
| Depositing User: | S1 Kimia Kimia |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:33 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:33 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528498 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]