EKSPLORASI SENYAWA BIOAKTIF ANTI-MRSA JAMUR ENDOFIT Fusarium proliferatum CSBT2 DARI Curcuma sumatrana Miq.: PENDEKATAN IN VITRO DAN IN SILICO

Azizi, Khiratul (2026) EKSPLORASI SENYAWA BIOAKTIF ANTI-MRSA JAMUR ENDOFIT Fusarium proliferatum CSBT2 DARI Curcuma sumatrana Miq.: PENDEKATAN IN VITRO DAN IN SILICO. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Abstrak.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (Bab 1)
Bab 1.pdf - Published Version

Download (244kB)
[img] Text (Bab 5)
Bab 5.pdf - Published Version

Download (162kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (146kB)
[img] Text (Tesis Full Text)
TTE-Tesis-Khiratul Azizi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 31 December 2029.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Resistensi bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) terhadap berbagai antibiotik mendorong pencarian senyawa antibakteri baru dari sumber alam. Penelitian ini bertujuan mengisolasi, mengidentifikasi, dan mengevaluasi aktivitas antibakteri senyawa aktif yang dihasilkan oleh jamur endofit Fusarium proliferatum CSBT2 yang diisolasi dari Curcuma sumatrana Miq. Jamur F. proliferatum CSBT2 diremajakan lalu dikultivasi pada media beras. Metabolit sekunder diekstraksi menggunakan etil asetat, kemudian difraksinasi secara bertingkat menggunakan n-heksana, diklorometana (DCM) dan metanol. Isolasi senyawa dilakukan dengan pendekatan bioassay-guided isolation berdasarkan aktivitas penghambatan terhadap bakteri MRSA dengan metode difusi agar. Pemurnian metabolit sekunder dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan sistem elusi step-gradient polarity dan menghasilkan tujuh subfraksi. Subfraksi 4 dan 5 dari fraksi DCM menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap MRSA sehingga dipilih untuk dimurnikan. Isolasi senyawa tersebut menghasilkan senyawa berbentuk serbuk merah sebanyak 5,5 mg yang diberi kode Zu. Berdasarkan hasil karakterisasi spektroskopi dan perbandingan data dengan literatur, senyawa Zu diidentifikasi sebagai bikaverin (C₂₀H₁₄O₈), yaitu senyawa naftokuinon dari kelompok poliketida tetrasiklik. Aktivitas antibakteri bikaverin menghasilkan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 128 µg/ml terhadap MRSA. Interaksi molekuler bikaverin dengan penicillin-binding protein 2a (PBP2a) diprediksi melalui molecular docking. Hasil simulasi menunjukkan energi ikatan sebesar −4,65 kcal/mol dengan nilai root mean square deviation (RMSD) sebesar 1,64 Å. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bikaverin yang dihasilkan oleh F. proliferatum CSBT2 memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA, meskipun dengan potensi penghambatan pada tingkat moderat.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. apt. Dian Handayani, Ph.D; apt. Nova Syafni, S.Farm, M.Farm, Ph.D
Uncontrolled Keywords: bikaverin; Curcuma sumatrana; jamur endofit; Fusarium proliferatum; MRSA
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QR Microbiology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi
Depositing User: S2 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 18 Aug 2026 10:10
Last Modified: 18 Aug 2026 10:10
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528369

Actions (login required)

View Item View Item