Hanafi, Arya Tito (2026) Gadih Gadang Alun Balaki (Studi Kasus terhadap 5 Perempuan Minangkabau yang Belum Menikah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (238kB) |
|
|
Text (Bab 1)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (151kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (216kB) |
|
|
Text (Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran demografis yang signifikan di Provinsi Sumatera Barat terkait peningkatan persentase penduduk berstatus belum kawin, serta kontradiksi sosiologis antara pilihan perempuan kontemporer yang belum pernikahan dengan struktur normatif masyarakat Minangkabau yang menempatkan institusi perkawinan sebagai poros utama adat dan matrilineal. Perempuan dewasa yang belum menikah pada rentang usia ideal menyandang label gadih gadang alun balaki, sebuah konstruksi sosial yang membawa stigma kolektif dan tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi yang digunakan oleh perempuan lajang dalam merespons tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan. Analisis data dilakukan secara sistematis mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dari masyarakat direspons oleh para perempuan dan keluarganya melalui berbagai strategi adaptif, meliputi perubahan cara pandang yang mengalihkan ukuran keberhasilan dari status pernikahan ke pencapaian pendidikan, kemandirian ekonomi, dan kontribusi keluarga, strategi komunikasi fleksibel dalam menghadapi pertanyaan berulang mengenai pernikahan, strategi penempatan diri dalam acara keluarga dan adat untuk mengurangi tekanan, dan penguatan solidaritas dan dukungan keluarga. Pandangan urang ampek jinih mengonfirmasi bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh faktor budaya pacaran, kekecewaan, melemahnya peran mamak, pengaruh media sosial, dan indikasi faktor biologis tertentu. Dalam perspektif Teori Strukturasi Giddens, fenomena ini menunjukkan dualitas struktur, di mana struktur adat Minangkabau yang membatasi (signifikasi, legitimasi, dominasi) sekaligus dimungkinkan oleh sumber daya yang dimiliki para informan seperti pendidikan dan kemandirian ekonomi. Para informan yang tergolong dalam involuntary singlehood menggunakan modal tersebut untuk menegosiasikan tekanan sosial, mempertahankan otonomi pribadi, dan memproduksi makna baru mengenai kedewasaan serta kehormatan perempuan. Dengan demikian, gadih gadang alun balaki bukan sekadar kondisi terlambat menikah, melainkan proses sosial yang menunjukkan transformasi nilai-nilai adat melalui praktik sehari-hari tanpa harus menolak adat secara radikal, melainkan melalui penafsiran ulang yang kontekstual dan berkelanjutan
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Jendrius, M.Si ; Dr. Bob Alfiandi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Gadih Gadang Alun Balaki; Perempuan Belum Menikah; Teori Strukturasi; Stigma Sosial; Minangkabau |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Sosiologi |
| Depositing User: | S2 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:34 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:34 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528326 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]