Penentuan Kondisi Optimum Ekstraksi Antioksidan dan Fenolik Total dari Daun Salam (Syzygium polyanthum) menggunakan Response Surface Methodology (RSM)

Selvi, Desrika (2026) Penentuan Kondisi Optimum Ekstraksi Antioksidan dan Fenolik Total dari Daun Salam (Syzygium polyanthum) menggunakan Response Surface Methodology (RSM). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (478kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (215kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (203kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (295kB)
[img] Text (Skripsi Full)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 11 August 2027.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Stres oksidatif merupakan kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan serta berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Oleh karena itu, diperlukan sumber antioksidan dari luar tubuh, terutama yang berasal dari bahan alami. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan salah satu tanaman yang diketahui mengandung senyawa bioaktif, khususnya senyawa fenolik, yang berpotensi sebagai antioksidan alami dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum ekstraksi kapasitas antioksidan dan kandungan fenolik total dari daun salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode dekoksi dengan memvariasikan variabel independen yaitu suhu, waktu, dan rasio sampel terhadap pelarut. Pada tahap awal, dilakukan optimasi menggunakan metode One Factor at a Time (OFAT) untuk menentukan rentang serta titik tengah dari masing-masing variabel yang akan digunakan pada tahap selanjutnya. Optimasi lanjutan dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) melalui desain Central Composite Design (CCD) untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel sekaligus interaksi antar variabel terhadap hasil ekstraksi. Kapasitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH, sedangkan kandungan fenolik total ditentukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan pengukuran menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada tahap OFAT diperoleh pada suhu 80 °C, waktu 30 menit, dan rasio sampel terhadap pelarut 1:20 (g/mL). Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan optimasi menggunakan RSM yang menghasilkan kondisi optimum pada suhu 87 °C, waktu 35 menit, dan rasio sampel terhadap pelarut 1:20 (g/mL). Pada kondisi tersebut diperoleh kapasitas antioksidan sebesar 29,8569 mg AAE/g FW dan kandungan fenolik total sebesar 13,0016 mg GAE/g FW. Hasil ini menunjukkan bahwa menggunakan kondisi ekstraksi yang tepat dapat meningkatkan kapasitas antioksidan dan kandungan fenolik total yang diperoleh. Namun, suhu dan waktu yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan penurunan kualitas senyawa akibat degradasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode RSM efektif digunakan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi karena mampu memberikan kondisi terbaik yang menghasilkan kapasitas antioksidan dan kandungan fenolik total yang lebih tinggi dari daun salam.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Yefrida
Uncontrolled Keywords: Daun salam, antioksidan, fenolik total, OFAT, RSM
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia
Depositing User: S1 Kimia Kimia
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:07
Last Modified: 12 Aug 2026 07:07
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528244

Actions (login required)

View Item View Item