Albani, Nabil (2026) Pengembangan Sistem Instrumentasi pada Alat Pengering Jagung dengan Teknologi Infrared-Assisted Berbasis IoT. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Abstrak + Cover)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (306kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
02. BAB I.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (350kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V Penutup)
03. BAB V.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (297kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (289kB) | Request a copy |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas pangan strategis yang rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat proses pengeringan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem instrumentasi pada alat pengering jagung rotary konvensional menjadi alat pengering dengan teknologi infrared-assisted berbasis IoT, merancang sistem kontrol otomatis, dan mengevaluasi kinerja teknis serta kelayakan ekonomi. Alat yang dikembangkan menggunakan tabung berperforasi stainless steel mesh 300 mikron berkapasitas 6 kg per ulangan yang diputar pada 23,3 rpm oleh motor single-phase 0,37 kW. Sistem pemanas hybrid terdiri dari tubular heater 465,4 W dan ceramic infrared heater 125 W dengan total daya 590,4 W, dikendalikan oleh algoritma hysteresis ±2°C berbasis Arduino Uno R4 WiFi. Pemantauan distribusi suhu dilakukan menggunakan lima sensor termokopel MAX6675, serta integrasi IoT melalui ESP8266 yang mengirimkan data ke Google Sheets setiap 70 - 74 detik secara real-time. Hasil pengujian pada tiga ulangan dengan setpoint 75°C selama 480 menit menunjukkan waktu respon sistem rata-rata 25,59 menit, overshoot rata-rata 4,65%, akurasi kontrol suhu di atas 97%, dan keseragaman distribusi suhu di atas 97%. Kadar air jagung berhasil diturunkan dari rata-rata 22,38% menjadi 11,37% (wet basis), dengan laju pengeringan rata-rata 1,377 %/jam, efisiensi termal 80,26%, dan persentase biji rusak hanya 0,051%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan biaya pokok pengeringan sebesar Rp23.764,83/kg dengan titik impas 328,87 kg/tahun yang setara dengan 18,3% dari kapasitas produksi tahunan alat. Sistem yang dikembangkan terbukti layak sebagai solusi mekanisasi pengeringan jagung pascapanen berskala kecil yang efisien, terjangkau, dan dapat dipantau secara jarak jauh.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Renny Eka Putri, S.TP., M.P ; Muhammad Iqbal Abdi Lubis, S.TP., M.P |
| Uncontrolled Keywords: | akurasi; laju pengeringan; pemantauan jarak jauh; termokopel |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknik Pertanian dan Biosistem |
| Depositing User: | S1 Teknik Pertanian dan Biosistem |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:44 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:44 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528126 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric