Khairunisa, Athira Putri (2026) Disparitas Putusan Hakim Dalam Menjatuhkan Pidana Terhadap Anak Yang Mengulangi Tindak Pidana (Studi Kasus Putusan Nomor : 51/Pid.Sus-Anak/2023/PN Pdg dan 15/Pid.Sus-Anak/2025/PN Pdg). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (872kB) |
|
|
Text (BAB PENUTUP)
03. BAB PENUTUP.pdf - Published Version Download (590kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (747kB) |
|
|
Text (Skripsi fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena anak yang mengulangi tindak pidana menimbulkan dilema tersendiri dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia karena di satu sisi anak tetap harus dipandang sebagai subjek yang dilindungi hak-haknya, namun di sisi lain pengulangan tindak pidana menunjukkan bahwa pemidanaan sebelumnya belum efektif memberikan efek jera. Persoalan ini semakin kompleks karena UU SPPA sebagai lex specialis pemidanaan anak tidak mengatur secara konkret mengenai pemidanaan terhadap anak yang mengulangi tindak pidana, sehingga hakim mengisi kekosongan tersebut melalui diskresi masing-masing yang berpotensi menimbulkan disparitas putusan. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu : (1) Apa faktor penyebab timbulnya disparitas dalam putusan hakim menyangkut anak yang mengulangi tindak pidana (2) Apa urgensi pengaturan terkait pemidanaan terhadap anak yang mengulangi tindak pidana dalam sistem peradilan pidana anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif (legal research) yang bersifat deskriptif analitis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi pustaka dan analisis dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Faktor penyebab timbulnya disparitas dalam putusan hakim menyangkut anak yang mengulangi tindak pidana adalah perbedaan orientasi hakim dalam memaknai kepentingan terbaik bagi anak dan ketidakseragaman dalam memperlakukan status pengulangan tindak pidana sebagai faktor pemberat, yang terjadi karena hakim tidak memiliki pedoman normatif yang jelas dalam UU SPPA sehingga mengisi kekosongan tersebut melalui diskresi masing-masing yang menghasilkan putusan tidak seragam. Selain itu, ketiadaan pengaturan mengenai pemidanaan anak yang mengulangi tindak pidana menimbulkan ketidakpastian hukum yang nyata, tidak sejalan dengan teori kepastian hukum Gustav Radbruch. Hal ini juga bertentangan dengan teori gabungan pemidanaan yang menghendaki integrasi antara pertanggungjawaban dan pembinaan secara proporsional, serta memperhatikan asas kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 3 Ayat (1) UNCRC dan Pasal 2 UU SPPA. Oleh karena itu, diperlukan norma yang mengatur secara konkret mengenai anak yang mengulangi tindak pidana, batasan pemberatan pidana, serta bentuk pembinaan yang berbeda dari pelaku pertama agar terdapat kepastian hukum dan keseragaman dalam putusan hakim.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Yandriza, S.H., M.H. ; Felia Hermayenti, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Disparitas Putusan Hakim; ABH; SPPA; Kepastian Hukum; Pengulangan Tindak Pidana. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 04:10 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 04:10 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528042 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]