Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Perilaku CTPS dengan Kejadian Diare Pascabencana Banjir Bandang di Kelurahan Lambung Bukit Kota Padang Tahun 2026

Firdaus, Wine Jelita (2026) Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Perilaku CTPS dengan Kejadian Diare Pascabencana Banjir Bandang di Kelurahan Lambung Bukit Kota Padang Tahun 2026. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (425kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (309kB)
[img] Text (BAB IV)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (236kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (224kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
05. SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Banjir bandang di Provinsi Sumatera Barat tahun 2025 memicu peningkatan kasus diare. Di Kota Padang tercatat 44 kasus yang menempatkan diare sebagai 10 penyakit terbanyak. Salah satu wilayah terdampak adalah Kelurahan Lambung Bukit dengan kerusakan berat pada 55 rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku CTPS dengan kejadian diare pascabencana banjir bandang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian 108 responden diambil melalui teknik purposive sampling pada bulan Desember 2025 – Mei 2026. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: penelitian menunjukkan 39,8% masyarakat mengalami diare, 55,6% penyediaan air bersih tidak memenuhi syarat, 79,6% sarana pembuangan sampah tidak memenuhi syarat, 76,9% ketersediaan dan akses jamban tidak memenuhi syarat, 65,7% kondisi SPAL tidak memenuhi syarat, 63,9% memiliki perilaku CTPS yang buruk. Terdapat hubungan antara kondisi penyediaan air bersih (p=0,026), ketersediaan dan akses jamban (p=0,038), kondisi SPAL (p=0,003) dan perilaku CTPS (p=0,040) dengan kejadian diare. Tidak terdapat hubungan antara kondisi sarana pembuangan sampah (p=0,899) dengan kejadian diare. Kesimpulan:Penyediaan air bersih, ketersediaan dan akses jamban, SPAL, dan perilaku CTPS berhubungan dengan kejadian diare. Puskesmas perlu meningkatkan promosi kesehatan dan penerapan STBM, sedangkan dinas terkait perlu melakukan monitoring, evaluasi, dan rehabilitasi sanitasi pascabencana.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Trisfa Augia, S. S.i., Apt., M.Sc ; Novia Wirna Putri, SKM., MPH
Uncontrolled Keywords: Diare; Sanitasi Lingkungan; CTPS; Banjir; Cross Sectional
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S1 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:12
Last Modified: 11 Aug 2026 08:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527976

Actions (login required)

View Item View Item