Algifari, Sidqi (2026) Analisis Pengaruh Penggunaan Kulit Kakao Sebagai Material Isolator Terhadap Kinerja Kolektor Surya Pelat Datar. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (376kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (354kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (303kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (332kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Ketergantungan terhadap energi fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya energi surya yang memiliki potensi besar di Indonesia. Kolektor surya pelat datar merupakan salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk mengonversi energi radiasi matahari menjadi energi panas. Namun, kinerja kolektor sangat dipengaruhi oleh kehilangan panas, terutama melalui bagian bawah dan sisi samping kolektor sehingga diperlukan material isolator yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan kulit kakao sebagai material isolator terhadap kinerja kolektor surya pelat datar, serta mengevaluasi pengaruh variasi ketebalan isolator dan membandingkannya dengan isolator konvensional berupa styrofoam. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan tiga kolektor surya pelat datar yang berbeda pada jenis material dan ketebalan isolator, yaitu kolektor surya dengan isolator kulit kakao dengan ketebalan 2 cm, 4 cm dan isolator styrofoam 2 cm. Pengujian dilakukan selama tiga hari pada pukul 10.00-15.00 WIB dengan interval pengambilan data setiap 30 menit dengan parameter yang diamati meliputi temperatur udara masuk dan keluar kolektor, temperatur absorber, temperatur isolator, intensitas radiasi matahari, serta kecepatan angin saat pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan kulit kakao dari 2 cm menjadi 4 cm mampu menurunkan laju perpindahan panas konduksi dan meningkatkan tahanan termal isolator. Efisiensi rata-rata tertinggi pada hari pertama diperoleh pada kolektor dengan isolator styrofoam 2 cm sebesar 26,37 %, diikuti oleh isolator kulit kakao 4 cm sebesar 23,91 % dan kulit kakao 2 cm sebesar 22,29 %. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit kakao berpotensi digunakan sebagai material isolator alternatif pada kolektor surya pelat datar, terutama pada ketebalan 4 cm, meskipun kinerja kolektor secara keseluruhan masih lebih tinggi pada isolator styrofoam 2 cm.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Iskandar R, M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | energi surya; kolektor surya pelat datar; isolator termal; kulit kakao; kehilangan panas; kinerja kolektor |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | S1 Teknik Mesin |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 01:58 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 01:58 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527880 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric