Pengaruh Ketebalan Lapisan Cat Hitam Doff Pada Absorber Pelat Datar Terhadap Kinerja Kolektor Surya Pelat Datar

Harahap, Widya (2026) Pengaruh Ketebalan Lapisan Cat Hitam Doff Pada Absorber Pelat Datar Terhadap Kinerja Kolektor Surya Pelat Datar. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (878kB)
[img] Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (03. Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version

Download (501kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Energi surya merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia dan banyak dimanfaatkan melalui kolektor surya pelat datar. Kinerja kolektor ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelat absorber dalam menyerap dan melepaskan panas, termasuk ketebalan lapisan cat penyerap. Cat hitam doff umumnya digunakan karena memiliki kemampuan serapan radiasi matahari yang tinggi, namun variasi ketebalan dan jumlah lapisan dapat memengaruhi kinerja termal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketebalan cat hitam doff pada pelat absorber dengan satu lapisan setebal 10.4 µm, tiga lapisan setebal 31.3 µm, dan lima lapisan setebal 53.1 µm. Pengujian dilakukan menggunakan termokopel tipe K, termometer digital, luxmeter, dan alat ukur ketebalan lapisan untuk mengukur temperatur lingkungan, temperatur pelat absorber, temperatur udara masuk dan keluar, serta intensitas radiasi matahari, dengan fokus pada data hari kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur udara masuk berada pada kisaran 34.3 hingga 38.3 °C dan meningkat menjadi 72.8 hingga 78.3 °C pada udara keluar, dengan nilai tertinggi terjadi pada kolektor satu lapisan. Temperatur rata-rata pelat absorber meningkat dari 91.47 °C untuk satu lapisan menjadi 94.90 °C untuk tiga lapisan, dan 100.67 °C untuk lima lapisan. Perpindahan panas konveksi alami tertinggi terjadi pada kolektor satu lapisan dengan nilai 171.61 W, kemudian menurun menjadi 168.04 W untuk tiga lapisan, dan 165.94 W untuk lima lapisan. Efisiensi kolektor juga paling tinggi pada satu lapisan sebesar 17.93 %, diikuti tiga lapisan sebesar 17.10 %, dan lima lapisan sebesar 16.26 %. Meskipun lapisan cat yang lebih tebal meningkatkan temperatur pelat absorber, sifat isolasi dari cat hitam doff akibat kandungan lateks menyebabkan perpindahan panas ke fluida kerja menjadi berkurang. Oleh karena itu, penggunaan lapisan cat yang lebih tipis memberikan kinerja termal yang lebih baik pada kolektor surya pelat datar dibandingkan dengan lapisan yang lebih tebal.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Iskandar R., M.T.
Uncontrolled Keywords: energi surya; kinerja; kolektor surya pelat datar; cat hitam doff; ketebalan lapisan; efisiensi
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:19
Last Modified: 06 Aug 2026 04:19
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527767

Actions (login required)

View Item View Item