Sung, Jung Ji (2026) DINAMIKA SOSIAL BUDAYA DALAM PERNIKAHAN TRANSNASIONAL (STUDI KASUS TERHADAP PEREMPUAN MINANGKABAU DENGAN LAKI-LAKI KOREA SELATAN). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (241kB) |
|
|
Text (bab I)
BAB I.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text (BAB VIII)
BAB VIII.pdf - Published Version Download (274kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Tesis Fulltext)
TESIS FULL 10.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika sosial budaya dalam pernikahan transnasional antara perempuan Minangkabau dan Laki-laki Korea Selatan. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal : (1) tantangan yang dialami oleh pasangan sebelum menikah (2) dinamika kehidupan setelah menikah, khususnya dalam aspek adaptasi budaya, relasi dengan keluarga besar, peran gender, dan bahasa (3) dampak pernikahan terhadap keturunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori hibridisasi budaya, melalui wawancara mendalam terhadap pasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan sebelum menikah meliputi kesulitan memperoleh restu keluarga, perbedaan agama, perbedaan ritual pra nikah, kerumitan administrasi hukum, serta tekanan sosial psikologis. Setelah menikah, pasangan menghadapi perbedaan dalam adaptasi budaya sehari-hari, kesulitan membangun hubungan baik dengan keluarga besar, perbedaan sistem kekerabatan matrilineal dan patrilineal, serta hambatan bahasa. Konflik karena perbedaan ini dapat dikelola melalui kompromi, pembagian peran yang lebih setara, serta penggunaan bahasa Inggris sebagai medium komunikasi utama. Dalam kehidupan anak, pernikahan transnasional membawa pengaruh signifikan. Anak memperoleh pendidikan dengan pola hybrid yang menggabungkan nilai Korea dan Minangkabau. Anak menjadi multilingual dengan menguasai bahasa Indonesia, Korea, Inggris, dan Palembang, serta anak memiliki identitas budaya multilapis yang bersifat hybrid. Dari sisi kewarganegaraan, anak berada dalam posisi unik karena memiliki kewarganegaraan ganda bahkan tiga (Amerika Serikat, Indonesia, Korea Selatan). Kesimpulannya, pernikahan transnasional perempuan Minangkabau dengan laki- laki Korea Selatan menghasilkan proses hibridisasi budaya yang kompleks, baik dalam hubungan pasangan maupun dalam pembentukan identitas anak. Temuan ini memperlihatkan bagaimana kompromi, negosiasi, dan strategi adaptasi menjadi kunci keberlangsungan pernikahan transnasional.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Syafril, M.Si ; Dr. Nopriyasman, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Pernikahan transnasional, Minangkabau, Korea Selatan, hibridisasi budaya |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S2 Kajian Budaya |
| Depositing User: | S2 Kajian Budaya |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:32 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:32 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527442 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]