Analisis Level Kinerja Struktur Gedung Beton Bertulang 5 Lantai menggunakan Metode Pushover berdasarkan ATC-40

Samie Alkhafidh, Kanda (2026) Analisis Level Kinerja Struktur Gedung Beton Bertulang 5 Lantai menggunakan Metode Pushover berdasarkan ATC-40. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (497kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (320kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (312kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Kondisi tersebut menyebabkan bangunan gedung harus direncanakan dan dievaluasi agar mampu mempertahankan kinerjanya saat menerima beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur Gedung Beton Bertulang 5 Lantai di Kota Padang menggunakan metode Pushover berdasarkan kriteria ATC-40. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ETABS melalui pemodelan struktur, pembebanan sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020, serta analisis pushover pada arah X dan arah Y. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa struktur memiliki ketidakberaturan horizontal berupa ketidakberaturan sudut dalam pada denah bangunan. Berdasarkan analisis pushover, diperoleh nilai displacement pada Performance Point sebesar 191,10 mm untuk arah X dan 211,12 mm untuk arah Y. Dengan tinggi total bangunan sebesar 20,5 m, diperoleh nilai Maximum Total Drift sebesar 0,93% pada arah X dan 1,03% pada arah Y. Hasil visualisasi sendi plastis menunjukkan bahwa plastisitas berkembang secara bertahap dan didominasi oleh elemen balok, sehingga struktur memiliki perilaku yang relatif daktail dan cenderung mengikuti konsep Strong Column-Weak Beam (SCWB). Selain itu, tidak ditemukan mekanisme keruntuhan berupa soft story maupun elemen yang mencapai kondisi Collapse Prevention (CP). Berdasarkan kriteria ATC-40, arah X berada pada level kinerja Immediate Occupancy (IO), sedangkan arah Y berada pada level Damage Control (DC). Karena arah Y merupakan kondisi yang paling kritis, maka tingkat kinerja struktur gedung secara keseluruhan ditetapkan berada pada level Damage Control (DC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur masih mampu menahan beban gempa rencana dengan baik tanpa mengalami kerusakan struktural yang signifikan serta masih memiliki tingkat keamanan yang memadai.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Masrilayanti, S.T., M.Sc., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: Analisis Pushover; ATC-40; ETABS; Level Kinerja Struktur; Performance Point; Damage Control.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil
Depositing User: S1 Teknik Sipil
Date Deposited: 30 Jul 2026 02:55
Last Modified: 30 Jul 2026 02:55
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527374

Actions (login required)

View Item View Item