Evaluasi Metode Rainfall Anomaly Index (RAI) dalam Identifikasi Anomali Curah Hujan di Kelurahan Cupak Tangah

Syahfitri, Elfina (2026) Evaluasi Metode Rainfall Anomaly Index (RAI) dalam Identifikasi Anomali Curah Hujan di Kelurahan Cupak Tangah. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (440kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (188kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (195kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (192kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang berperan penting dalam berbagai sektor, seperti pertanian, sumber daya air, dan mitigasi bencana. Identifikasi kondisi curah hujan umumnya dilakukan menggunakan Rainfall Anomaly Index (RAI), namun metode ini hanya didasarkan pada penyimpangan jumlah curah hujan terhadap kondisi normal dan belum mempertimbangkan karakteristik hujan lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi anomali curah hujan menggunakan RAI serta mengevaluasi kemampuan RAI dalam menggambarkan kondisi curah hujan di Kelurahan Cupak Tangah. Penelitian menggunakan data curah hujan harian Stasiun Hujan Palimo Indah periode 2021–2024 yang diolah menjadi data bulanan. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai RAI serta tiga parameter karakteristik hujan, yaitu distribusi hujan, jumlah hari hujan, dan intensitas hujan. Ketiga parameter distandarisasi menggunakan metode z-score dan digabungkan menjadi indeks komposit curah hujan, yang klasifikasinya dibandingkan dengan klasifikasi RAI untuk melihat tingkat kesesuaiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RAI mampu mengidentifikasi anomali curah hujan dari kategori sangat kering hingga sangat basah. Akan tetapi, kemampuan RAI dalam merepresentasikan karakteristik hujan secara menyeluruh masih terbatas, ditunjukkan oleh kesesuaian klasifikasi RAI dan indeks komposit hanya pada 15 dari 48 bulan pengamatan (31,25%). Dengan demikian, RAI sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator, melainkan perlu dikombinasikan dengan parameter karakteristik hujan lainnya agar interpretasi kondisi curah hujan lebih komprehensif.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Ir. Moh. Agita Tjandra, M.Sc, Ph.D
Uncontrolled Keywords: distribusi hujan; indeks komposit; intensitas hujan; jumlah hari hujan; rai.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknik Pertanian dan Biosistem
Depositing User: S1 Teknik Pertanian dan Biosistem
Date Deposited: 29 Jul 2026 07:35
Last Modified: 29 Jul 2026 07:35
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527265

Actions (login required)

View Item View Item