Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Perak-Selulosa (Ag-C Ncs) dari Kulit Jengkol untuk Deteksi Urea Secara Spektrofotometri UV-Vis

Alpan, Sofyan Tanjung (2026) Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Perak-Selulosa (Ag-C Ncs) dari Kulit Jengkol untuk Deteksi Urea Secara Spektrofotometri UV-Vis. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (319kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (207kB)
[img] Text (BAB 5 PENUTUP)
BAB 5 Penutup.pdf - Published Version

Download (197kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (510kB)
[img] Text (SKRIPSI FULLTEXT)
Skripsi fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Nanokomposit Ag-seluosa memiliki karakteristik optik yang unggul sehingga dapat digunakan sebagai material sensing non-enzimatik untuk deteksi urea secara spektrofotometri. Urea merupakan biomarker penting dalam diagnosis penyakit ginjal, gagal jantung, serta penentuan kandungan protein dan nitrogen total pada sampel pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis karakteristik nanokomposit Ag-selulosa dan menentukan sensitivitasnya sebagai sensor urea. Hasil pengujian spektrofotometri UV-Vis menunjukkan Ag-selulosa memiliki puncak plasmon pada 416 nm, sedangkan analisis FTIR mengindikasikan adanya interaksi elektrostatik antara nanopartikel perak dengan matriks selulosa. Difratogram XRD memperlihatkan kehadiran puncak difraksi khas nanopartikel perak pada sudut 2θ = 38,19°. Kemudian, analisis SEM-EDX memperlihatkan morfologi selulosa berbentuk batang sedangkan nanopartikel perak berbentuk quasi-spherical dengan ukuran rata-rata AgNPs sebesar 57,16 nm. Komponen penyusun utama nanokompisit Ag-selulosa adalah karbon dengan persentase atomik 47,76%, oksigen 50,81%, dan perak 1,13%. Kemampuan deteksi urea secara spektrofotometri dijelaskan berdasarkan mekanisme perubahan lingkungan dielektrik lokal permukaan Ag-C NCs yang ditunjukkan dengan kestabilan posisi puncak serapan maksimum dan penurunan intensitas absorbansi tanpa menurunkan stabilitas nanokomposit. Analisis regresi linier menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,978 dengan nilai batas deteksi (LOD) dan batas kuantifikasi (LOQ) masing-masing sebesar 8,68 mM dan 28,95 mM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nanokomposit Ag-selulosa memilik potensi sebagai sensor untuk deteksi urea secara spektrofotometri.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Eng. Yulia Eka Putri, M.Si
Uncontrolled Keywords: Ag-selulosa, Kulit jengkol, Nanokomposit, Spektrofotometri UV-Vis, Urea
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Kimia
Depositing User: S1 Kimia Kimia
Date Deposited: 28 Jul 2026 09:22
Last Modified: 28 Jul 2026 09:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527259

Actions (login required)

View Item View Item