Putri, Diana Siregar (2026) Seleksi Khamir Epifit Indigenous sebagai Agens Biokontrol Penyakit Bercak Coklat oleh Helminthosporium oryzae pada Tanaman Padi. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (284kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (267kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (255kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (Full text thesis)
Full text thesis.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh Helminthosporium oryzae dapat menurunkan produktivitas tanaman padi. Penggunaan khamir epifit merupakan salah satu pengendalian alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan khamir epifit yang mampu dalam menekan pertumbuhan Helminthosporium oryzae secara in vitro 2), mendapatkan khamir epifit yang dapat mengendalikan perkembangan penyakit bercak coklat secara in vivo, 3) menganalisis senyawa volatil yang dihasilkan oleh khamir epifit. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu: 1) seleksi khamir epifit dalam mengendalikan Helminthosporium oryzae secara in vitro dengan metode dual culture dan uap biakan dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 14 khamir epifit dan 1 kontrol. 2) potensi khamir epifit terseleksi dari tahap I dalam menekan perkembangan penyakit bercak coklat secara in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 6 perlakuan yang terdiri dari 5 khamir epifit dan 1 kontrol, 3) analisis senyawa volatil khamir epifit menggunakan GC-MS Headspace. Berdasarkan hasil uji antagonis dengan metode dual culture didapatkan isolat KPS12 dengan daya hambat paling tinggi mencapai 84,65% dan metode uap biakan adalah isolat KPS16 dengan daya hambat 91,98% sedangkan isolat KPS12 dengan daya hamba 85,31%. Kedua isolat ini (KPS12 dan KPS16 mempunyai kemampuannya menghasilkan enzim protease. Hasil uji secara in vivo didapatkan bahwa kelima isolat khamir epifit yang di uji mampu menekan perkembangan penyakit bercak coklat pada benih dan bibit padi umur 21 HST. Isolat terbaik dalam mengendalikan penyakit bercak coklat adalah KPS12 dengan penekanan perkembangan penyait benih 86,65% dan bibit 91,00%. Hasil dari analisis senyawa organik volatil didapatkan bahwa khamir epifit potensial memiliki senyawa aktivitas antijamur dan antimikroba antara lain: 1-Butanol, 3-methyl; Phthalic acid, ethyl ester.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Darnetty, MSc ; Dr. Jumsu Trisno, SP. Msi |
| Uncontrolled Keywords: | antijamur; daya hambat; enzim protease; pengendalian alternatif; senyawa volatil |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S2 Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | S2 Proteksi Tanaman |
| Date Deposited: | 25 Jul 2026 03:15 |
| Last Modified: | 25 Jul 2026 03:15 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/527049 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric