Prisdondito, Prisdondito (2026) Studi Analisa Aliran Daya Subsistem Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah Skenario Penambahan Jaringan Transmisi 500 kV dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Bonjol 60 MW. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (02. BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (832kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (774kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Pembangkit listrik dan jaringan 500 kV merupakan elemen yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bonjol merupakan proyek pembangkit listrik yang sedang dalam tahap konstruksi dan diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi yang ada pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng).. Untuk itu, perlu dilakukan analisa aliran daya untuk mengetahui kondisi sistem kelistrikan Sumbagteng pada saat PLTP Bonjol dan jaringan 500 kV terhubung ke sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari integrasi PLTP dan jaringan 500 kV kedalam sistem kelistrikan Sumbagteng terhadap aliran daya, pembebanan dan tegangan serta mengevaluasi batasan operasi jaringan sesuai dengan standar operasi PLN menggunakan metode Newton-Raphson melalui simulasi dari software DigSILENT PowerFactory. Berdasarkan hasil simulasi, integrasi jaringan 500 kV dan PLTP Bonjol secara umum mampu menurunkan losses pada sistem kelistrikan SUMBAGTENG. Dampak paling signifikan terjadi pada Subsistem Sumbar, dimana losses berkurang dari 35,39 MW pada kondisi awal menjadi 18,51 MW pada skenario terbaik, atau menurun sekitar 47,7%. Sebaliknya, pengaruh terhadap Subsistem Riau relatif kecil dengan perubahan losses kurang dari 2%, yang menunjukkan bahwa perubahan konfigurasi sistem lebih dominan memengaruhi wilayah yang dekat dengan titik interkoneksi PLTP Bonjol. Selain itu, Subsistem Jambi juga mengalami penurunan losses yang cukup signifikan, yaitu sekitar 25,7%, akibat perubahan pola aliran daya setelah integrasi jaringan 500 kV dan pembangkit baru. Untuk aspek aliran daya, daya aktif, Penurunan nilai total magnitudo terbesarnya adalah ketika Jaringan 500 kV dan PLTP Bonjol 2 Unit terintegrasi bersama yaitu sebesar 6551,58 MW (tanpa saluran TP Bonjol ke Pasaman) mengurangi transfer daya yang besar dari jarak jauh yang mengalami losses selama perjalanan. Pada saat penggunaan PLTP 1 unit ataupun 2 unit, baik itu ketika jaringan 500 kV terintegrasi atau tidak, perbedaannya tidak terlalu terlihat namun pada saluran tertentu tetap terdapat sedikit perbedaan nilai baik itu pada aspek profil tegangan, aliran daya maupun pada pembebanan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Rizki Wahyu Pratama, S.T., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | PLTP; Gardu Induk; Analisa Aliran Daya; Aliran Daya; Tegangan; DigSILENT PowerFactory; Newton-Raphson; Bus; Daya Aktif; Daya Reaktif; Sudut Tegangan; p.u |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | S1 Teknik Elektro |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 07:54 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 07:54 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526824 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]