Yanti, Elfina Rama (2026) Collaborative Governance dalam Menurunkan Stunting di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2022-2024. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Absrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (349kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab 1.pdf - Published Version Download (602kB) |
|
|
Text (Bab VI)
03. Bab VI.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (248kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pasaman Barat dengan prevalensi mencapai 35,5% pada tahun 2022, menjadikannya kabupaten dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Sumatera Barat. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah menerapkan pendekatan collaborative governance yang melibatkan multiaktor dalam percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis collaborative governance dalam menurunkan stunting di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2022-2024. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan informan yang berasal dari pemerintahan daerah, OPD terkait, nonpemerintah, swasta, serta masyarakat. Teori yang digunakan adalah collaborative governance Ansell dan Gash (2008) yang mencakup lima indikator, yaitu dialog tatap muka, membangun kepercayaan, pemahaman bersama, komitmen terhadap proses, dan hasil sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance yang melibatkan Bappeda, TPPS, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DPPKBP3A, pemerintah nagari, Puskesmas, bidan desa, kader posyandu, perusahaan perkebunan kelapa sawit melalui program CSR Tanoto Foundation, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat telah berjalan dan terbukti efektif mempercepat penurunan stunting. Kelima indikator proses kolaborasi berjalan, meskipun dialog antaraktor belum sepenuhnya setara dan komitmen lintas sektor di tingkat OPD masih cenderung bersifat rutinitas administratif. Prevalensi stunting turun dari 35,5% (2022) menjadi 29,7% (2023) dan 26,6% (2024), dengan laju penurunan rata-rata 4,45% per tahun, melampaui rata-rata nasional (0,85%) maupun Provinsi Sumatera Barat (0,15%). Kolaborasi ini juga melahirkan inovasi program Madu Pedas, Si Kepiting, Ceting Rematri, dan Brondol Sawit sebagai wujud nyata kerja sama lintas sektor. Meskipun demikian, partisipasi antaraktor masih perlu diperkuat agar kolaborasi lebih inklusif dan berkelanjutan guna mencapai target nasional sebesar 14%.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Zulfadli, M.SI ; Dr. Indah Adi Putri, M.IP |
| Uncontrolled Keywords: | Collaborative Governance ; Stunting ; Proses Kolaborasi |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik |
| Depositing User: | S1 Ilmu Politik |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 03:53 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 03:53 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526791 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric