Marginalisasi dan Resistensi Suku Anak Dalam dalam Novel Perempuan di Ujung Tembawang karya Paul Tao Widodo: Perspektif Kajian Budaya

Meljo, Davinna Tiara (2026) Marginalisasi dan Resistensi Suku Anak Dalam dalam Novel Perempuan di Ujung Tembawang karya Paul Tao Widodo: Perspektif Kajian Budaya. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Text (Cover dan Abstrak).pdf - Published Version

Download (584kB)
[img] Text (BAB 1. Pendahuluan)
Text (BAB I. Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (295kB)
[img] Text (Text BAB VIII. Penutup)
Text (BAB VIII. Penutup).pdf - Published Version

Download (275kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Text (Daftar Pustaka).pdf - Published Version

Download (304kB)
[img] Text (Tesis Full Text)
Text (Tesis Full Text).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji marginalisasi dan resistensi Suku Anak Dalam akibat penggusuran hutan untuk pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit oleh pemerintah dan korporasi swasta. Penggusuran tersebut menyebabkan mereka kehilangan hutan sebagai sumber penghidupan utama, serta pola hidup turun temurun. Novel Perempuan di Ujung Tembawang karya Paul Tao Widodo merepresentasikan perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan hak-hak dasar mereka di tengah dominasi kuasa pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah novel sebagai objek utama. Tujuan penelitian adalah menggali informasi mengenai bentuk-bentuk marginalisasi yang dialami dan resistensi yang dilakukan Suku Anak Dalam untuk menghadapi relasi kuasa. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Hegemoni Antonio Gramsci untuk menganalisis dominasi kekuasaan pemerintah dan korporasi, Teori Resistensi James C. Scott untuk memahami bentuk-bentuk resistensi yang merupakan tindakan kontra hegemoni, serta Teori Representasi Stuart Hall untuk melihat bagaimana identitas dan budaya Suku Anak Dalam direpresentasikan dalam novel. Penelitian ini menunjukkan bahwa marginalisasi membuat kehidupan Suku Anak Dalam di hutan semakin terpinggirkan, hunian tetap yang disediakan pemerintah tidak menjamin kesejahteraan mereka. Resistensi yang dilakukan bukan sekadar penolakan, melainkan upaya memperjuangkan pola hidup, hak-hak dasar, dan identitas budaya yang telah ada sejak lama. Novel tersebut merupakan representasi Suku Anak Dalam yang kehilangan hutan adat dan diubah menjadi praktik ekonomi tanpa mempertimbangkan dampak bagi masyarakat adat. Perspektif Kajian Budaya mengungkap bagaimana hegemoni kekuasaan mengubah wilayah hutan adat tanpa memperhatikan keselamatan masyarakat adat.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Syafril, M.Si.; Dr. Fadlillah, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Marginalisasi; Resistensi; Suku Anak Dalam; Hegemoni; Representasi Sastra
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S2 Kajian Budaya
Depositing User: S2 Kajian Budaya
Date Deposited: 21 Jul 2026 03:27
Last Modified: 21 Jul 2026 03:27
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526761

Actions (login required)

View Item View Item