Pengaruh Latihan Peregangan Otot Terhadap Nyeri Muskuloskeletal Dan Kelelahan Pada Perawat Di Ruang Teratai Putih Rsup Dr. M. Djamil Padang

Wada, Wada (2026) Pengaruh Latihan Peregangan Otot Terhadap Nyeri Muskuloskeletal Dan Kelelahan Pada Perawat Di Ruang Teratai Putih Rsup Dr. M. Djamil Padang. Profesi thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (401kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img] Text (BAB Akhir (Kesimpulan dan Saran))
BAB V Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version

Download (265kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (443kB)
[img] Text (KIA FULL WADA)
KIA_WADA_25413121135.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Nyeri muskuloskeletal dan kelelahan merupakan masalah yang sering dialami perawat akibat aktivitas kerja berulang, postur kerja yang kurang ergonomis, serta tingginya tuntutan pelayanan keperawatan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri otot, penurunan energi, gangguan konsentrasi, serta memengaruhi kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara optimal. Tujuan penerapan Evidence Based Nursing (EBN) ini adalah mengetahui pengaruh latihan peregangan otot terhadap nyeri muskuloskeletal dan kelelahan pada perawat di Ruang Teratai Putih RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan EBN pada 5 orang perawat. Intervensi berupa latihan peregangan otot dilaksanakan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu sehingga total terdapat 6 sesi latihan, dengan media video sebagai panduan gerakan. Pengukuran dilakukan menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Fatigue Assessment Scale (FAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori nyeri muskuloskeletal tinggi (60%) dan kategori kelelahan (80%). Skor keluhan tertinggi pada NBM terdapat pada punggung dan kaki kiri, masing-masing sebesar 18 dan menurun menjadi 13 setelah intervensi. Pada FAS, skor tertinggi terdapat pada pernyataan "Secara fisik, saya merasa lelah" sebesar 18 dan menurun menjadi 11. Setelah intervensi tidak ditemukan lagi responden dengan kategori nyeri muskuloskeletal tinggi maupun kelelahan berat. Disimpulkan bahwa latihan peregangan otot berpengaruh menurunkan nyeri muskuloskeletal dan kelelahan pada perawat. Disarankan agar latihan peregangan otot diterapkan secara rutin sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menjaga kesehatan kerja perawat.

Item Type: Thesis (Profesi)
Supervisors: Dr. Ns. Zifriyanthi Minanda Putri, M.Kep; Ns. Dally Rahman, M.Kep, Sp. Kep. MB
Uncontrolled Keywords: kelelahan; nyeri muskuloskeletal; perawat; stretching exercise.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Keperawatan > Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: S1 Keperawatan Keperawatan
Date Deposited: 20 Jul 2026 10:02
Last Modified: 20 Jul 2026 10:02
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526717

Actions (login required)

View Item View Item