Fikri, Muhammad Hanif Wal (2026) Kajian Sifat Fisika Tanah Lahan Agroforestry Pada Beberapa Kelas Lereng di Nagari Koto Barapak Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (97kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (93kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (84kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (168kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
05. Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Lokasi penelitian berlereng pada lahan Ultisol memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan lahan akibat erosi dan kehilangan nutrisi yang cepat. Penelitian ini bertujuan menentukan sifat fisika Ultisol pada beberapa kelas lereng di lahan agroforestri Nagari Koto Barapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian dilaksanakan dari Februari 2024 sampai Oktober 2025 menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel acak bertujuan. Contoh tanah diambil dari kedalaman 0–30 cm pada tiga kelas lereng agroforestri, yaitu landai (8–15%), agak curam (15–25%), dan curam (25–45%), serta lahan hutan sekunder (lereng 25–45%) sebagai pembanding. Parameter yang dianalisis mencakup tekstur, kandungan karbon organik, bahan organik, berat volume (BV), total ruang pori (TRP), dan permeabilitas tanah. Hasil laboratorium menunjukkan tekstur tanah di semua kelas lereng agroforestri didominasi fraksi liat (kriteria liat), sedangkan hutan sekunder bertekstur lempung liat berpasir. Kandungan bahan organik tanah pada seluruh lereng agroforestri tergolong rendah (2,01%–2,36%) akibat erosi lapisan permukaan, sangat kontras dengan lahan hutan sekunder yang berada pada kriteria sedang (4,09%). Nilai BV (0,82–1,01 g/cm³) dan TRP (61,75%–69,01%) di semua lokasi penelitian masuk dalam kategori sedang. Laju permeabilitas tanah pada lahan agroforestri tergolong lambat hingga sangat lambat (0,44–1,30 cm/jam) seiring meningkatnya kecuraman lereng karena didominasi oleh pori-pori mikro tanah liat, sementara lahan hutan memiliki laju agak lambat (1,50 cm/jam). Kondisi fisik tanah lahan agroforestri di lokasi penelitian belum ideal sehingga memerlukan penambahan bahan organik berkala dan penerapan teknik konservasi tanah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Irwan Darfis, MP ; Prof. Dr. Ir. Aprisal, MP |
| Uncontrolled Keywords: | Agroforestry; kelas lereng; permeabilitas; sifat fisika tanah; Ultisol. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) Q Science > Q Science (General) S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Ilmu Tanah |
| Depositing User: | S1 Ilmu Tanah |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 08:45 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 08:45 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526599 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric