Modifikasi Alat Pengering Gabah Tipe Silinder Menggunakan Heater Berbasis Internet Of Things (IoT.)

Taisir, Muhandra (2026) Modifikasi Alat Pengering Gabah Tipe Silinder Menggunakan Heater Berbasis Internet Of Things (IoT.). S1 thesis, Universistas Andalas.

[img] Text (cover dan absrak)
cover dan abstak.pdf - Published Version

Download (409kB)
[img] Text (Bab 1)
bab1.pdf - Published Version

Download (447kB)
[img] Text (Bab IV)
bab IV (2).pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (346kB)
[img] Text (Skripsi Full)
skripsi full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Proses pengeringan merupakan salah satu proses penanganan pasca panen yang penting untuk menjaga kualitas gabah. Proses pengeringan pascapanen yang masih mengandalkan penjemuran tradisional dengan sinar matahari memiliki beberapa kelemahan, antara lain tingkat higienitas yang rendah, tingginya risiko susut hasil panen, serta ketidakmampuan dalam mengontrol suhu dan durasi pengeringan sehingga dapat memengaruhi kualitas produk. Hal tersebut menyebabkan proses pengeringan menjadi tidak efisien waktu serta menyebabkan gabah terkontaminasi kotoran.Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi alat pengering gabah tipe silinder dengan menggunakan heater berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi pengeringan gabah. Alat pengering ini dilengkapi dengan sensor ESP32, heater, DHT22, dan modul relay yang dikontrol melalui IoT untuk memantau suhu dan kelembapan secara realtime. Pengujian dilakukan pada tiga ulangan dengan pengukuran suhu, kelembapan, kadar air gabah, dan konsumsi energi listrik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat pengering mampu menurunkan kadar air gabah dari rata-rata kadar air ulangan 1 dari 25,5% menjadi 14,4% selama 5 jam pengeringan, ulangan 2 dari 25,2% menjadi 14,1% selama 5 jam, dan ulangan 3 dari 26,6% menjadi 14,9% dalam waktu 5 jam dengan rendemen gabah rata-rata sebesar 86,7%. Kecepatan aliran panas berkisar antara 0,00022 hingga 0,00063 m/s, dan konsumsi energi listrik total sekitar 17,37 kWh untuk seluruh proses pengeringan. Selain itu, analisis ekonomi menunjukkan biaya pokok sebesar Rp 18.353 per kg dengan titik impas pada Rp. 235,201 kg/tahun. Dengan demikian, alat pengering ini efektif dan efisien untuk digunakan dalam proses pengeringan gabah dengan pengendalian berbasis IoT.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Eng Muhammad Makky, S.TP, M.Si ; Dr. Renny Eka Putri, S.TP, MP
Uncontrolled Keywords: Pengering gabah; heater; Internet of Things (IoT); kadar air gabah
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknik Pertanian dan Biosistem
Depositing User: S1 Teknik Pertanian dan Biosistem
Date Deposited: 15 Jul 2026 03:20
Last Modified: 15 Jul 2026 03:20
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526592

Actions (login required)

View Item View Item