Salam, Hayyu Nur (2026) Cost Benefit Analysis Sistem Unit Dose Dispensing Antibiotik Intravena Golongan Kuinolon pada Pasien di Bangsal PICU-NICU di Rumah Sakit Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (233kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (167kB) |
|
|
Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (179kB) |
|
|
Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (05. Skripsi Full Text)
05. Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (979kB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan antibiotik intravena golongan kuinolon di bangsal Pediatric Intensive Care Unit–Neonatal Intensive Care Unit (PICU-NICU) memerlukan pengelolaan yang tepat mengingat tingginya biaya terapi dan risiko pemborosan obat. Salah satu sistem penyiapan obat yang bisa diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya adalah sistem Unit Dose Dispensing (UDD). Analisis biaya manfaat diperlukan untuk menentukan apakah penerapan sistem UDD memberikan keuntungan secara ekonomi dan efisiensi penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manfaat ekonomi dan efisiensi penggunaan antibiotik intravena golongan kuinolon pada penerapan sistem UDD di bangsal PICU–NICU. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien yang menggunakan antibiotik intravena golongan kuinolon yaitu siprofloksasin dan levofloksasin di bangsal PICU-NICU Rumah Sakit Universitas Andalas pada bulan Oktober 2024-September 2025. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS® versi 25 dengan uji Chi-square dan Paired Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem UDD menghasilkan penghematan kebutuhan antibiotik levofloksasin sebesar 19 vial dengan total penghematan biaya sebesar Rp 322.981 serta penghematan kebutuhan antibiotik siprofloksasin sebesar 47 vial dengan total penghematan biaya sebesar Rp 540.453. Nilai Cost Benefit Ratio (CBR) yang diperoleh sebesar 0,07. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem UDD belum memberikan keuntungan secara ekonomi, namun telah menunjukkan penghematan dalam penggunaan antibiotik intravena golongan kuinolon.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | apt. Lili Fitriani, M.Pharm, Sc; apt. Najmiatul Fitria, M.Farm, Ph.D |
| Uncontrolled Keywords: | Antibiotik kuinolon; Unit Dose Dispensing; Cost Benefit Analysis; PICU-NICU; RS Unand |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S1 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 07:19 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 07:19 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric