Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Sirosis Hati pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Berdasarkan Indeks Fibrosis-4 di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Arridho, Rijalun (2026) Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Sirosis Hati pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Berdasarkan Indeks Fibrosis-4 di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Spesialis thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (421kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (296kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img] Text (05. Spesialis Fulltext)
05. Spesialis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sirosis hati. Deteksi dini risiko sirosis hati pada pasien DMT2 penting dilakukan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Indeks Fibrosis-4 (FIB-4) merupakan metode non-invasif yang direkomendasikan untuk menilai risiko sirosis hati pada pasien DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan risiko sirosis hati pada pasien DMT2 berdasarkan indeks Fibrosis-4. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang yang dilakukan pada 95 pasien dengan DMT2 di RSUP Dr. M. Djamil, Padang, Indonesia. Data klinis diperoleh dari rekam medis, kemudian dilakukan pemeriksaan biomarker penilaian indeks FIB-4. Risiko fibrosis hati dinilai menggunakan indeks FIB-4 dan dikategorikan sebagai risiko rendah (<1,3) dan risiko tinggi (≥1,3). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square, diikuti analisis multivariat dengan uji regresi binari logistik untuk menentukan faktor yang paling berhubungan. Hasil: Sebanyak 95 pasien dengan DMT2 dimasukkan dalam penelitian. Kategori risiko tinggi sirosis hati berdasarkan FIB-4 ditemukan pada 36,8% pasien. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara risiko sirosis dengan usia (p=0,042), jenis kelamin (p=0,041), kadar HbA1c (p=0,004), obesitas sentral (p<0,001), dan hipertensi (p=0,004). Analisis multivariat menunjukkan bahwa obesitas sentral (OR 3,688; 95%CI 1,346–10,11; p=0,011) dan HbA1c ≥7 (OR 3,056; 95%CI 1,164-8,027) merupakan faktor yang berhubungan dengan risiko sirosis hati pada pasien DMT2. Kesimpulan: Obesitas sentral merupakan faktor yang paling berhubungan dengan risiko sirosis hati pada pasien DMT2.

Item Type: Thesis (Spesialis)
Supervisors: Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD, FINASIM ; dr. Dinda Aprilia, SpPD-KEMD, FINASIM
Uncontrolled Keywords: Type 2 diabetes mellitus; risk of cirrhosis; FIB-4 index
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Sp-1 Penyakit Dalam
Depositing User: Sp-1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 06 May 2026 07:03
Last Modified: 06 May 2026 07:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/526098

Actions (login required)

View Item View Item