Kajian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Sepsis di Ruang Rawat Intensif di Rumah Sakit Universitas Andalas Padang

Astuti, Azzura Fitri (2026) Kajian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Sepsis di Ruang Rawat Intensif di Rumah Sakit Universitas Andalas Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (142kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (121kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (93kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (131kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Sepsis merupakan suatu penyakit berupa kondisi mengancam jiwa akibat adanya ketidakmampuan tubuh dalam mengatur respons terhadap infeksi. Jika tidak segera ditangani, sepsis bisa berkembang menjadi syok septik lalu memicu kegagalan organ hingga berakhir kematian. Perawatan yang cepat dan tepat di ruang rawat intensif bagi pasien sepsis sangat penting untuk mengatasi infeksi dan menurunkan angka kematian. Pengobatan untuk pasien sepsis diawali dengan pemberian antibiotik empiris berspektrum luas sebelum dilakukan pengujian kultur bakteri pada pasien. Berdasarkan sebuah studi, sekitar 70% pasien rawat intensif mendapatkan resep antibiotik. Hal ini menunjukkan bahwa ruang rawat intensif menjadi area dengan tingkat penggunaan antibiotik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola penggunaan antibiotik, dan profil kesesuaian antibiotik pada pasien sepsis di ruang rawat intensif di Rumah Sakit Universitas Andalas Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data retrospektif pasien sepsis tahun 2023-2024 di Rumah Sakit Universitas Andalas. Hasil penelitian ini adalah populasi pasien sepsis didominasi oleh perempuan sebanyak 39 pasien (55,71%) dengan rentang usia terbanyak yaitu usia bayi (1 bulan - <1 tahun) sebanyak 30 pasien (42,86%). Lama rawat inap pasien sebagian besar <10 hari, yaitu 71,43%. Klebsiella sp. merupakan patogen yang paling banyak ditemukan (32,61%). Antibiotik tunggal yang paling banyak diresepkan adalah meropenem sebesar 17,78% dan kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah meropenem + amikasin sebesar 9,63%. Antibiotik yang paling banyak diberikan adalah dengan durasi ≤7 hari sebesar 70,37%. Hasil penilaian kesesuaian penggunaan obat didapatkan kesesuaian jenis antibiotik sebanyak 54,1% berdasarkan pedoman yang berlaku saat ini.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. apt. Hansen Nasif, Sp.FRS ; apt. Yelly Oktavia Sari, M.Pharm, Ph.D
Uncontrolled Keywords: Antibiotik; Sepsis; Ruang rawat intensif; Kesesuaian obat
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: S1 Farmasi Farmasi
Date Deposited: 30 Apr 2026 07:56
Last Modified: 30 Apr 2026 07:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525980

Actions (login required)

View Item View Item