ANALISIS KEANDALAN PENYEDIAAN AIR IRIGASI DALAM MENENTUKAN NILAI INDEKS KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI

mahira, fadila (2026) ANALISIS KEANDALAN PENYEDIAAN AIR IRIGASI DALAM MENENTUKAN NILAI INDEKS KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan abstrak)
COVER DAN ABSTRAK (1) FADILA.pdf - Published Version

Download (125kB)
[img] Text (Bab 1)
BAB 1 FADILA (1).pdf - Published Version

Download (48kB)
[img] Text (Bab 5)
BAB akhir FADILA.pdf - Published Version

Download (90kB)
[img] Text (Dapus)
dapus (1) FADILA.pdf - Published Version

Download (101kB)
[img] Text (Skripsi full text)
FADILA MAHIRA_2111113033_skripsi FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Modernisasi irigasi merupakan strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya air yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan penyediaan air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, khususnya pada jaringan sekunder BLBA 1 hingga BM 6 dengan luas layanan 1.410 Ha. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakseimbangan distribusi air antara wilayah hulu dan hilir, tingginya tingkat kehilangan air pada jaringan irigasi, sarana dan prasarana irigasi, termasuk infrastruktur bangunan yang mengalami kerusakan serta pengaruh aktivitas manusia dan bencana alam. Parameter yang dianalisis meliputi ketersediaan air, kebutuhan air tanaman, dan efisiensi penyaluran air sebagai dasar penilaian Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) pada pilar keandalan penyediaan air. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan dan analisis data klimatologi periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan debit irigasi untuk komoditas padi dan palawija sebesar 800,2 L/det, sedangkan debit rata-rata yang tersedia hanya 481 L/det, sehingga terjadi defisit air. Nilai ketersediaan air sebesar 0,60, keandalan air tanaman 2,60, dan efisiensi saluran irigasi 60,6%, yang mengindikasikan bahwa sistem masih berfungsi namun belum optimal. Berdasarkan perhitungan IKMI, diperoleh nilai sebesar 52% dengan kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa modernisasi irigasi belum dapat diterapkan secara langsung dan perlu ditunda selama 1-2 tahun disertai penyempurnaan sistem melalui rehabilitasi jaringan, peningkatan efisiensi saluran, pengendalian kehilangan air, serta optimalisasi operasi dan pemeliharaan (O&P). Kata Kunci: IKMI, modernisasi Irigasi, CROPWAT 8.0, Keandalan Air, D.I. Batang Anai.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. delvi yanti, S.TP. MP; Nika Rahma Yanti, S.TP, MP
Uncontrolled Keywords: IKMI; modernisasi Irigasi; CROPWAT 8.0; Keandalan Air; D.I. Batang Anai.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknik Pertanian dan Biosistem
Depositing User: S1 Teknik Pertanian dan Biosistem
Date Deposited: 24 Apr 2026 03:58
Last Modified: 24 Apr 2026 03:58
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525819

Actions (login required)

View Item View Item