PENGERINGAN KERUPUK MERAH DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR SURYA DARI BAHAN BEKAS DI KELURAHAN TIGO KOTO DIATE, KOTA PAYAKUMBUH

Arif, M. Ikhwanul (2026) PENGERINGAN KERUPUK MERAH DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR SURYA DARI BAHAN BEKAS DI KELURAHAN TIGO KOTO DIATE, KOTA PAYAKUMBUH. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (166kB)
[img] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (140kB)
[img] Text (04 . Daftar Pustaka)
04 . Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (170kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kerupuk merah merupakan salah satu kerupuk khas Sumatera Barat berbahan dasar tapioka yang melalui beberapa tahapan proses sebelum nantinya dapat dipasarkan salah satunya yaitu proses pengeringan. Pengeringan kerupuk merah biasanya masih dilakukan dengan cara konvensional. Tingkat efektivitas dari metode ini cukup rendah karena membutuhkan waktu pengeringan yang cukup lama, memerlukan daerah yang luas untuk penjemuran dan juga dapat terkontaminasi udara kotor dari luar. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan kolektor surya dari bahan bekas dan juga sistem pengering sebagai pengeringan alternatif karena bahan bekas lebih mudah diperoleh, harganya yang lebih ekonomis dan juga dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Pengeringan kerupuk merah pada penelitian ini dilakukan dengan cara kerupuk diiris tipis-tipis terlebih dahulu. Kemudian sebagian kerupuk dimasukkan ke dalam ruang pengering yang terdiri dari tiga rak dengan massa kerupuk di masing-masing rak 200 gram serta rak dilengkapi dengan kolektor surya yang terbuat dari bahan-bahan bekas dan untuk sebagian kerupuk lainnya dijemur di bawah sinar matahari langsung. Pengambilan data dilakukan setiap 30 menit selama lima jam. Pada proses pengeringan kerupuk merah dalam rak yang menggunakan kolektor surya, diperoleh massa akhir sebesar 114 gram dengan laju pengeringan maksimum mencapai 0,48 gram/menit. Sementara itu, pada pengeringan secara langsung, massa akhir yang didapat adalah 124 gram dengan laju pengeringan maksimum 0,18 gram/menit. Dengan membandingkan hasil akhir pengujian, dapat disimpulkan bahwa pengeringan menggunakan tipe rak dengan kolektor surya dari bahan bekas lebih cepat dibandingkan dengan pengeringan secara langsung.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Endri Yani, M.T. ; Iskandar R, M.T.
Uncontrolled Keywords: Pengeringan kerupuk merah, kolektor surya, penggunaan bahan bekas
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 24 Apr 2026 03:45
Last Modified: 24 Apr 2026 03:45
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525775

Actions (login required)

View Item View Item