ER, KIKI ERVINA (2025) Analisis Keberadaan Dan Penyisihan Mikroplastik Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Anaerobic Baffled Reactor (Abr) Dan Rancangan Unit Post-Treatment Kota Jambi. S2 thesis, UNIVERSITAS ANDALAS.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (262kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (283kB) |
|
|
Text (THESIS FULLTEXT)
05. TESIS FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal berperan penting dalam meningkatkan kualitas air limbah domestik, terutama melalui penerapan teknologi Anaerobic Baffled Reactor (ABR) yang banyak digunakan di kawasan perkotaan, namun penyisihan mikroplastik serta parameter organik dan nutrien masih menjadi tantangan sehingga residu mikroplastik pada efluen berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja IPAL ABR komunal dalam menurunkan konsentrasi mikroplastik dan parameter kualitas air limbah, mengkaji karakteristik mikroplastik, serta menyusun rancangan unit post treatment berupa constructed wetland (CW) yang sesuai dengan kondisi IPAL komunal di Kota Jambi. Sampel diambil pada influen, lumpur, dan efluen dari tiga IPAL ABR (53 sambungan rumah) di Kecamatan Alam Barajo. Rata rata konsentrasi mikroplastik pada influen sebesar 431 ± 95,59 partikel/L, meningkat pada lumpur menjadi 5.022,22 ± 1.269 partikel/kg, dan menurun pada efluen menjadi 53,89 ± 20,27 partikel/L dengan efisiensi penyisihan 80,75–90,40%. Bentuk dominan adalah serat (fiber) dengan ukuran utama 0,15–1.000 µm, warna didominasi hitam dan transparan, sedangkan analisis FTIR menunjukkan polimer utama berupa PET dan PP. Parameter organik (BOD, COD, TSS, minyak dan lemak) dan nutrien (amonia, fosfor) juga turun >70%, namun beberapa masih melampaui baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 11 Tahun 2025 sehingga diperlukan pengolahan lanjutan. Metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk memilih teknologi post treatment, dan constructed wetland tipe horizontal subsurface flow terpilih sebagai alternatif terbaik. Desain CW seluas 48 m × 12 m × 0,9 m dengan tanaman Typha sp. (2.428 rumpun) diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi penyisihan mikroplastik hingga sekitar 98% dengan kebutuhan investasi sebesar Rp. 260.453.936,95
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ir. Ansiha Nur, S.T., M.T.;Prof. Dr. Ir. Puti Sri Komala, S.T., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | Anaerobic Baffled Reactor; IPAL komunal; Kota Jambi;mikroplastik; constructed wetland; Simple Additive Weighting |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S3 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S2 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 25 Apr 2026 00:19 |
| Last Modified: | 25 Apr 2026 00:19 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525629 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric