Yunus, Muhammad (2026) KEPEMIMPINAN NAHDLATUL ULAMA DI SUMATERA BARAT 1998-2024 : SEBUAH KAJIAN PROSOPOGRAFI. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER.pdf - Published Version Download (201kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (573kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (203kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (374kB) |
|
|
Text (TESIS FULL)
TESIS FULL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berbentuk kajian prosopografi terhadap kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) di Sumatera Barat masa reformasi, khususnya dalam periode 1998–2024. Fokus penelitian membahas tiga tokoh NU yang pernah memimpin PWNU Sumatera Barat, yaitu Prof. Kasli Dt. Sinaro, Prof. Maidir Harun, dan Prof. Ganefri. Ketiganya dipilih karena memiliki irisan/kesamaan yang lebih banyak sebagai pimpinan NU Sumatera Barat masa reformasi, dan sama-sama berasal dari akademisi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan. Sumber utama dalam penelitian ini terdiri dari sumber arsip seperti Laporan Muktamar NU ke XXII tahun 1959, SK kepengurusan PWNU, Laporan Pertanggungjawaban PWNU, Uraian kegiatan PWNU dari 1999 sampai 2024. Sumber utama selanjutnya adalah melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh NU, saksi-saksi, dan tokoh-tokoh yang dikaji dengan metode sejarah lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum reformasi, NU di Sumatera Barat berada dalam posisi yang lemah, baik dari segi struktur, kaderisasi maupun aktivitas organisasi. Dominasi kelompok Islam modernis serta tekanan Orde Baru juga membuat pengaruh NU kurang terlihat. Setelah 1998, NU Sumatera Barat mulai mengalami pertumbuhan yang ditandai oleh dominasi kepemimpinan intelektual yang bersifat lebih terbuka, demokratis, dan transformasional. ketiga tokoh hadir sebagai penggerak perubahan dengan mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Fokus kepemimpinan masing-masing tokoh yaitu, Kasli Dt. Sinaro: sosialisasi dan konsolidasi organisasi, Maidir Harun: internalisasi nilai-nilai ke-NU-an dan pengembangan aset, Ganefri: Pengembangan SDM dan kaderisasi. Penelitian ini juga menunjukan salah satu temuan yaitu terjadinya proses integrasi antara budaya Minangkabau dan identitas NU. Integrasi ini berlangsung melalui negosiasi kultural yang dinamis, di mana nilai-nilai NU diselaraskan dengan prinsip adat Minangkabau. Selain itu, NU di Sumatera Barat juga mengalami perluasan peran, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, sosial, termasuk pemanfaatan NU untuk kepentingan politik. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa periode 1998–2024 merupakan awal bagi kebangkitan NU di Sumatera Barat sekaligus memperlihatkan perubahan dalam karakteristik kepemimpinan NU. Perpaduan antara nilai keislaman Ahlusunnah wal jama’ah, manajerial modern, budaya lokal, dan pendekatan politik menjadi ciri utama dalam perkembangan kepemimpinannya.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Zulqayyim, M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Nahdlatul Ulama, Sumatera Barat, kepemimpinan, prosopografi, reformasi, organisasi keagamaan. |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > S2 Kajian Sejarah |
| Depositing User: | S2 Kajian Sejarah |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 07:52 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 07:52 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525558 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric