Vitrya, Qurratu A'yuni Khanh (2026) Pengolahan Air Limbah Rumah Potong Hewan Menggunakan Reaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket-Microbial Fuel Cell-Downflow Hanging Sponge (Uasb-Mfc-Dhs). S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (170kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (267kB) |
|
|
Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version Download (242kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (302kB) |
|
|
Text (Thesis Full Text)
Thesis Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Air limbah Rumah Potong Hewan (RPH) mengandung polutan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja reaktor UASB-MFC-DHS dalam menurunkan kadar COD, TSS, VSS, dan TN, menganalisis mekanisme pengolahan bahan organik dan nitrogen, mengidentifikasi komunitas mikrob dominan, serta mengevaluasi potensi energi yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan sistem reaktor terintegrasi UASB-MFC-DHS skala laboratorium yang dioperasikan selama 60 hari. Parameter yang dianalisis meliputi COD total dan terlarut, TSS, VSS, dan TN, disertai analisis neraca bahan organik dan nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem UASB-MFC-DHS mampu menurunkan konsentrasi COD total dan terlarut hingga 62,28 mg/L dan 56,34 mg/L, dengan konsentrasi TSS, VSS, dan TN masing-masing sebesar 30 mg/L, 15 mg/L, dan 94,40 mg/L. Analisis neraca bahan organik menunjukkan bahwa sebagian besar COD terdegradasi secara biologis, dengan sebagian kecil terkonversi menjadi biogas. Sementara itu, neraca nitrogen menunjukkan bahwa nitrogen sebagian besar masih berada dalam fase terlarut, dengan sebagian mengalami transformasi biologis pada unit reaktor lanjutan. Parameter COD dan TSS pada efluen memenuhi baku mutu air limbah RPH (Permen LH No. 5 Tahun 2014). Efisiensi penyisihan COD total dan terlarut masing-masing sebesar 95,20% dan 93,28%, serta TSS dan VSS mencapai 95,27% dan 97,06%. Penyisihan TN relatif rendah (rata-rata 15,48%), tetapi amonia mampu mencapai penyisihan 97,78%. Proses pengolahan berlangsung sinergis melalui degradasi anaerobik pada UASB, oksidasi bioelektrokimia pada MFC, dan oksidasi aerobik lanjutan pada DHS, dengan komunitas mikrob dominan berasal dari filum Proteobacteria, serta menghasilkan biogas sebesar 0,0176 L/hari dan tegangan listrik sebesar 0,087 V.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Eng. Ir. Alqadri Asri Putra, S.T., M. Eng.; Dr. Eng. Zulkarnaini, S.Si., M.T. |
| Uncontrolled Keywords: | air limbah RPH; DHS; MFC; pengolahan biologis; UASB |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Depositing User: | S2 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 01:22 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 01:22 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/525181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric