Silis, Silis (2026) Representasi Standar Kecantikan Beauty Influencer Acne Fighter Melalui Praktik Body Positivity (Analisis Isi Kualitatif Pada Konten Instagram @Ratughania). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (338kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (292kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (230kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (288kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Konstruksi kecantikan yang dibangun oleh media memunculkan standar-standar kecantikan yang dianut oleh para perempuan. Persepsi bahwa menjadi cantik harus memiliki kulit yang putih dan mulus melekat dalam definisi kecantikan. Namun, ketika muncul beauty influencer yang menghadirkan presentasi diri berbeda dan hadir di industri kecantikan justru memproduksi wacana tandingan terhadap standar kecantikan dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana representasi standar kecantikan lewat praktik body positivity yang dibawakan oleh Ratu Ghania dalam unggahan konten Instagramnya @ratughania. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan kecantikan pada akun @ratughania dibangun melalui tiga kategori utama yaitu visual, narasi verbal, dan ekspresi emosional, sehingga kecantikan muncul sebagai makna yang dinegosiasikan, bukan sebagai standar tetap. Kecantikan dikonstruksi melalui praktik body positivity yang tampak pada indikator visual melalui keberanian menampilkan kondisi kulit berjerawat secara autentik. Pada indikator narasi, kecantikan didefinisikan ulang sebagai sesuatu yang subjektif dan indikator emosi, kecantikan direpresentasikan sebagai pengalaman yang resilien melalui kemampuan individu dalam menerima diri dan mengelola stigma sosial. Ketiga aspek tersebut menunjukkan bahwa kecantikan dikonstruksi melalui praktik body positivity yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sebagai bentuk resistensi terhadap standar kecantikan dominan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Yayuk Lestari, S.Sos., M.A ; Annisa Anindya, S.I.Kom., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Standar Kecantikan; Body Positivity; Beauty Influencer; Representasi |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | S1 Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 01:07 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 01:07 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric