Zofri, Fahran (2026) Analisis Risiko dan Usulan Mitigasi Risiko dalam Mewujudkan Penerapan Green Supply Chain Management di Ohayo Bakery. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (340kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (535kB) |
|
|
Text (Bab VI)
03. Bab VI.pdf - Published Version Download (254kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam memenuhi tuntutan keberlanjutan lingkungan, terutama dalam pengelolaan rantai pasok yang bertanggung jawab. Ohayo Bakery, sebagai salah satu UMKM pangan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah menerapkan Green Supply Chain Management (GSCM) dalam operasionalnya, namun penerapan tersebut masih rentan terhadap berbagai risiko yang berpotensi menghambat keberlanjutan bisnis maupun kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan sumber risiko, mengevaluasi tingkat potensi risiko, serta menyusun dan memprioritaskan tindakan mitigasi yang aplikatif pada setiap tahapan GSCM Ohayo Bakery. Pendekatan yang digunakan adalah metode House of Risk (HOR) yang mengintegrasikan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan House of Quality (HOQ). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan pihak manajemen dan operasional Ohayo Bakery, serta validasi oleh pakar akademis dan praktisi. Hasil penelitian mengidentifikasi 35 kejadian risiko dan 48 sumber risiko pada empat tahapan rantai pasok hijau, yaitu green procurement, green manufacturing, green distribution, dan reverse logistics. Berdasarkan analisis Aggregate Risk Potential (ARP) dengan Diagram Pareto, ditetapkan 21 sumber risiko prioritas yang berkontribusi terhadap 81,54% total potensi risiko kumulatif. Hasil evaluasi House of Risk fase kedua menggunakan nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETDk), diperoleh 8 tindakan mitigasi prioritas, di antaranya menyediakan Standard Operating Procedure (SOP) produksi dan penggunaan energi, menyusun rute distribusi yang lebih efisien, menerapkan checklist harian perawatan mesin, mengganti piping bag sekali pakai dengan alternatif reusable, efisiensi desain kemasan, kolaborasi dengan multiple mitra pengelola limbah, serta pengolahan limbah roti secara mandiri menjadi kompos dan biogas. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan secara bertahap oleh Ohayo Bakery dalam memperkuat penerapan GSCM yang berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan manajemen risiko rantai pasok hijau pada sektor UMKM pangan di Indonesia.
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]