Perbedaan Kadar Matriks Metaloproteinase-8 (MMP-8) pada Proses Penyembuhan Luka Gingiva Pasien Gingivitis Pasca Scaling Root-Planing

Wirza, Thifla Rafifa (2026) Perbedaan Kadar Matriks Metaloproteinase-8 (MMP-8) pada Proses Penyembuhan Luka Gingiva Pasien Gingivitis Pasca Scaling Root-Planing. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (722kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (03. BAB VII)
03. BAB VII.pdf - Published Version

Download (605kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (28MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gingivitis adalah inflamasi yang terjadi pada gingiva, dan scaling root-planing (SRP) merupakan prosedur standar dalam penanganannya. Namun, efektivitas SRP bisa bervariasi tergantung pada respons imun dan faktor biologis individu. Matriks metaloproteinase-8 (MMP-8), sebagai biomarker utama, berperan dalam proses penyembuhan luka gingiva setelah SRP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar MMP-8 pada saliva pasien gingivitis pasca SRP di berbagai fase penyembuhan luka. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan longitudinal. Subjek penelitian terdiri dari pasien gingivitis berusia 15–24 tahun yang menjalani SRP. Sampel saliva diambil pada hari ke-3 (fase inflamasi), ke-7 (fase proliferasi), dan ke-30 (fase remodelling) pasca SRP. Kadar MMP-8 dianalisis menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada kadar MMP-8 di setiap fase penyembuhan luka. Rata-rata kadar MMP-8 pada fase inflamasi adalah 3859,08 ± 2614,56 pg/mL, meningkat pada fase proliferasi menjadi 4848,97 ± 2565,80 pg/mL (p=0,006), dan menunjukkan tren peningkatan pada fase remodelling. Peningkatan kadar MMP-8 berhubungan dengan keberlanjutan inflamasi dan kualitas penyembuhan. Kesimpulan: Kadar MMP-8 dalam saliva dapat digunakan sebagai biomarker untuk memantau proses penyembuhan luka gingiva pasca SRP dan untuk menentukan waktu yang tepat bagi terapi adjuvant. Pemeriksaan MMP-8 yang non-invasif dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan terapi gigi.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Biomedis
Depositing User: S2 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 23 Apr 2026 02:53
Last Modified: 23 Apr 2026 02:53
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524411

Actions (login required)

View Item View Item