Hafsah, Ummil Khair (2026) Studi Mixed Methods Tentang Implementasi Green Hospital di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (157kB) |
|
|
Text
02. BAB I.pdf - Published Version Download (119kB) |
|
|
Text
03. BAB V.pdf - Published Version Download (38kB) |
|
|
Text
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (112kB) |
|
|
Text
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (19MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian implementasi prinsip Green Hospital di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambatnya, dan merumuskan rekomendasi prioritas. Mengingat mayoritas studi terfokus pada rumah sakit tipe besar (Tipe A dan B), studi pada RSUD Tipe C ini bertujuan menonjolkan tantangan implementasi spesifik di rumah sakit daerah. Penelitian menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan desain Convergent Parallel, mengintegrasikan data kuantitatif dari kuesioner (37 responden) dan checklist dokumen dengan data kualitatif dari wawancara mendalam terhadap informan kunci. Evaluasi didasarkan pada 10 Indikator Green Hospital Kemenkes RI Tahun 2018. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pencapaian implementasi secara keseluruhan berada pada kategori Cukup Baik, dengan rata-rata skor persepsi 3,76 dan pemenuhan dokumen 73,03%. Sesuai hasil triangulasi data (integrasi persepsi dan dokumen), indikator dengan capaian terendah adalah Efisiensi Energi (persepsi 3,44; dokumen 46,67%), Lokasi dan Lanskap (persepsi 3,55; dokumen 50,00%), serta Kepemimpinan (persepsi 3,75; dokumen 61,54%). Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel Kepemimpinan, Bangunan Rumah Sakit, serta Pengelolaan Bahan Kimia dan B3 memberikan kontribusi paling signifikan terhadap skor implementasi. Faktor pendukung utama meliputi komitmen praktis tenaga medis di lapangan dan efektivitas pengelolaan limbah B3 yang sudah berjalan sistematis. Sebaliknya, faktor penghambat yang paling krusial adalah ketiadaan payung kebijakan formal (SK Tim dan Renstra), keterbatasan anggaran untuk infrastruktur energi, serta belum meratanya sosialisasi kepada staf. Sebagai kesimpulan, diperoleh bahwa hambatan administratif menjadi hambatan utama, sehingga rekomendasi prioritas yang dirumuskan adalah pengesahan kebijakan formal dan pembentukan Tim Green Hospital resmi sebagai landasan struktural implementasi yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ir. Reri Afrianita, S.T., M.T ; Ir. Taufiq Ihsan, Ph. D., IPM |
| Uncontrolled Keywords: | Efisiensi Energi; Green Hospital; Kepemimpinan; Mixed Methods; RSUD Tipe C |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | S1 Teknik Lingkungan |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 08:18 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 08:18 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524277 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]