Adaptasi Peran Pasangan Suami Istri Perkawinan di Bawah Umur (Studi di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang)

Sheza, Fadilla Dwi (2026) Adaptasi Peran Pasangan Suami Istri Perkawinan di Bawah Umur (Studi di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (252kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (435kB)
[img] Text (BAB IV Penutup)
BAB IV PENUTUP.pdf - Published Version

Download (272kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (185kB)
[img] Text (Skripsi Full)
SKRIPSI FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, menetapkan batas usia minimal perkawinan 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Namun, fenomena perkawinan di bawah umur masih menjadi fenomena sosial yang signifikan di Indonesia, termasuk di kota Padang, dengan implikasi terhadap kehidupan berkeluarga, Fenomena ini memicu tantangan psikologis, ekonomi, dan sosial, dimana pasangan muda kerap menghadapi kesulitan dalam adaptasi didalam kehidupan perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan adaptasi pasangan suami istri dalam perkawinan di bawah umur yang dilihat melalui tahap-tahap adaptasi peran pasangan dan bentuk-bentuk adaptasi yang dilakukan pasangan perkawinan di bawah umur. Teori yang digunakan adalah teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer untuk memahami proses pembentukan makna melalui interaksi dengan significant others dan interpretasi diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe deskriptif, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima pasangan suami istri. Analisis data melalui model Miles dan Huberman. Informan dipilih secara snowballsampling sesuai relevansi mereka dalam isu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tahap adaptasi dalam kehidupan perkawinan di bawah umur. Pertama, tahap ketidaksiapan awal yang ditandai dengan ketidaksiapan fisik, ketergantungan ekonomi pada orang tua, serta ketidaksiapan emosional yang memunculkan konflik dalam hubungan. Kedua, tahap penyesuaian peran, pasangan mulai menjalankan peran secara lebih jelas, meskipun masih cenderung bersifat tradisional dan dipengaruhi oleh keluarga asal. Adapun bentuk-bentuk adaptasi yang dilakukan pasangan meliputi aspek fisik, ekonomi, emosional, dan peran. Dalam aspek fisik, pasangan melakukan upaya menjaga kesehatan seperti pemeriksaan rutin dan penggunaan kontrasepsi, dan pengurangan aktivitas berat. Dalam aspek ekonomi, terdapat upaya penyesuaian kebutuhan serta kontribusi istri dalam membantu perekonomian keluarga. Dalam aspek emosional, pasangan mengandalkan dukungan keluarga serta mengembangkan cara-cara tertentu dalam mengelola konflik. Sementara itu, dalam aspek peran, pembagian tugas cenderung terbentuk secara imitatif berdasarkan pengalaman dari keluarga asal dan menggunakan jasa pembantu atau pengasuh.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dra. Mira Elfina, M.Si
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: S1 Sosiologi Sosiologi
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:23
Last Modified: 21 Apr 2026 07:24
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524144

Actions (login required)

View Item View Item