PENGARUH PEMBERIAN SINBIOTIK TERHADAP MANIFESTASI KLINIS KEJANG, KADAR INTERLEUKIN-1β (ll-1β), TRYPTOPHAN, RASIO γ- AMINO BUTYRIC ACID (GABA)/GLUTAMAT DAN HISTOPATOLOGI JARINGAN OTAK PADA MODEL TIKUS EPILEPSI: Suatu eksperimental murni laboratorium Pada tikus wistar jantan (Rattus norvegicus)

RInce, Restiviona (2026) PENGARUH PEMBERIAN SINBIOTIK TERHADAP MANIFESTASI KLINIS KEJANG, KADAR INTERLEUKIN-1β (ll-1β), TRYPTOPHAN, RASIO γ- AMINO BUTYRIC ACID (GABA)/GLUTAMAT DAN HISTOPATOLOGI JARINGAN OTAK PADA MODEL TIKUS EPILEPSI: Suatu eksperimental murni laboratorium Pada tikus wistar jantan (Rattus norvegicus). S3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER dan ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (301kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (381kB)
[img] Text (BAB VII)
BAB VII.pdf - Published Version

Download (191kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (370kB)
[img] Text
DISERTASI FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Latar Belakang: Epilepsi ditandai oleh kejang berulang yang dipicu oleh proses neuroinflamasi dan disregulasi keseimbangan neurotransmisi eksitatorik–inhibitorik. Sinbiotik berpotensi memodulasi sumbu usus–otak serta memberikan efek neuroprotektif dan anti-inflamasi, namun perannya dalam epilepsi masih belum dipahami secara jelas. Tujuan: Menilai pengaruh suplementasi sinbiotik terhadap manifestasi klinis, kadar interleukin-1β (IL-1β) dan tryptophan, rasio γ-aminobutyric acid (GABA)/glutamat, dan histopatologi jaringan otak pada model epilepsi yang diinduksi pentylenetetrazole (PTZ). Metode: Penelitian ini merupakan randomized controlled experimental study pada tikus wistar jantan yang dibagi ke dalam lima kelompok secara acak (masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus dan 3 ekor tikus cadangan perkelompok): kontrol negatif (NaCl 0,9% 1,5 ml), kontrol positif (NaCl 0,9% 1,5 ml), valproic acid (VPA), sinbiotik, dan kombinasi sinbiotik dengan VPA. Induksi kejang dilakukan dengan menyuntikkan PTZ intraperitoneal (ip) selang hari selama 21 hari pada kelompok II-V. Pengamatan onset, durasi, dan derajat kejang post induksi dilakukan selama 30 menit. Analisis jaringan otak untuk IL-1β, tryptophan, GABA/Glutamat rasio menggunakan ELISA, dan gambaran histopatologi jaringan otak dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Kemudian dilakukan uji normalitas dan analisis data. Hasil: Pemberian sinbiotik, baik tunggal maupun kombinasi, secara signifikan memperlama onset kejang. Durasi dan derajat kejang menurun, namun tidak signifikan secara statistik. Kadar IL-1β lebih rendah signifikan setelah pemberian sinbiotik tunggal maupun kombinasi, sedangkan kadar tryptophan lebih rendah signifikan pada kelompok kombinasi. Rasio GABA/glutamat meningkat setelah pemberian sinbiotik, namun tidak signifikan secara statistik. Pemberian sinbiotik juga signifikan terhadap perbaikan gambaran histopatologi jaringan otak, khususnya pada hipokampus dan korteks serebri, pada tikus model epilepsi. Kesimpulan: Suplementasi sinbiotik tunggal dan kombinasi berpengaruh terhadap manifestasi klinis, kadar IL-1β, tryptophan, rasio GABA/Glutamat, dan jumlah neuron piknotik di hipotalamus dan korteks serebri pada model tikus epilepsi yang di induksi PTZ.

Item Type: Thesis (S3)
Supervisors: Prof. Dr. dr. Yuliarni Syafrita, Sp.N (K)
Uncontrolled Keywords: kejang, IL-1β, tryptophan, GABA, glutamat, piknotik
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Pascasarjana (S3)
Depositing User: S3 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 21 Apr 2026 04:05
Last Modified: 21 Apr 2026 04:05
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524105

Actions (login required)

View Item View Item