Ektoparasit pada Tikus (Famili: Muridae) di Kawasan Hutan Lindung Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Indrawan, M. Andika Rifky (2026) Ektoparasit pada Tikus (Famili: Muridae) di Kawasan Hutan Lindung Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (130kB)
[img] Text (Bab I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (118kB)
[img] Text (Bab V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (99kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (207kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tikus (Famili: Muridae) merupakan salah satu kelompok mamalia kecil yang berperan sebagai inang berbagai jenis ektoparasit, sehingga keberadaannya penting untuk melihat potensi penularan penyakit zoonosis di ekosistem hutan pegunungan. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies ektoparasit dan tikus, menganalisis prevalensi ektoparasit berdasarkan ketinggian, serta analisis keanekaragaman ektoparasit. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga kelas ketinggian, yaitu rendah (1.300-1.600 mdpl), menengah (1.600-1.900 mdpl), dan tinggi (1.900-2.200 mdpl), menggunakan metode trapping untuk tikus dan hand collecting untuk ektoparasit. Sebanyak 63 individu tikus yang tergolong ke dalam sembilan spesies berhasil dikoleksi. Ektoparasit yang ditemukan berjumlah 1.438 individu, terdiri atas delapan spesies yang termasuk dalam kelas Arachnida dan Insecta, ektoparasit yang banyak ditemukan yaitu tungau dari famili Laelapidae. Analisis keanekaragaman ektoparasit menunjukkan nilai (H’=1,406), termasuk kategori sedang. Prevalensi ektoparasit bervariasi pada setiap kelas ketinggian dan menunjukkan bahwa sebagian besar tikus terinfestasi ektoparasit. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa ketinggian memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap prevalensi ektoparasit, sehingga variasi infestasi lebih dipengaruhi oleh faktor inang dan kondisi mikrohabitat dibandingkan faktor ketinggian.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Dra. Mairawita, M.Si ; Prof. Dr. Dahelmi, S.Si, M.Si
Uncontrolled Keywords: Tikus; ektoparasit; prevalensi; keanekaragaman; Gunung Talang
Subjects: Q Science > QL Zoology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 21 Apr 2026 04:01
Last Modified: 21 Apr 2026 04:01
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523965

Actions (login required)

View Item View Item