Ghassani, Difa (2026) Analisis Peran Pemangku Adat Sebagai Best Practice Dalam Mendorong Literasi Politik Masyarakat Di Kota Solok. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (335kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
02. Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text (Bab VI Kesimpulan dan Saran)
03. Bab VI Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version Download (229kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (239kB) |
|
|
Text (Tesis Fulltext)
Tesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi politik masyarakat yang masih menjadi tantangan dalam mendorong kualitas demokrasi di tingkat lokal. Di Kota Solok, peran pemangku adat seperti LKAAM dan Bundo Kanduang memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat, sehingga dapat dijadikan mitra strategis oleh KPU Kota Solok dalam menyampaikan informasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemangku adat sebagai best practice dalam mendorong literasi politik masyarakat, dengan mengkaji secara khusus keterlibatan LKAAM, Bundo Kanduang, serta KPU Kota Solok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teori peran Khan dan Katz (indikator kejelasan peran, perilaku peran, dan ekspektasi peran) serta teori jaringan sosial James Coleman (indikator modal sosial berupa kepercayaan dan struktur jaringan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku adat berperan dalam mendorong literasi politik masyarakat melalui kolaborasi dengan KPU Kota Solok. Kejelasan peran terlihat dari pembagian fungsi masing-masing aktor, perilaku peran terefleksikan dalam tindakan nyata sosialisasi politik, dan ekspektasi peran tampak dari harapan masyarakat agar pemangku adat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Dari perspektif jaringan sosial, modal sosial berupa kepercayaan masyarakat kepada pemangku adat serta struktur jaringan yang menghubungkan KPU dengan masyarakat melalui pemangku adat memperlihatkan efektivitas penyebaran informasi politik. Kolaborasi KPU, LKAAM, dan Bundo Kanduang dapat dikategorikan sebagai best practice dalam upaya mendorong literasi politik masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi lokal berbasis nilai adat dan budaya.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Tengku Rika Valentina, MA ; Prof. Dr. Asrinaldi, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Peran; Pemangku Adat; Literasi Politik; Best Practice; KPU Kota Solok |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JF Political institutions (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Ilmu Politik |
| Depositing User: | S2 Ilmu Politik |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 04:54 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 04:54 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric