Irsyah, Hafizah Ghina (2026) PENOLAKAN WARGA TERHADAP PEMBANGUNAN STOCKPILE BATU BARA (Studi Kasus Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi dan Desa Mendalo Darat, Muaro Jambi). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (366kB) |
|
|
Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version Download (404kB) |
|
|
Text (Bab IV)
BAB IV.pdf - Published Version Download (145kB) |
|
|
Text (Daftar pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (207kB) |
|
|
Text (Full Text)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi dan Desa Mendalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, memunculkan dinamika sosial berupa penolakan dari sebagian masyarakat sekitar. Penolakan tersebut muncul sebagai respons atas kekhawatiran warga terhadap potensi dampak lingkungan, kesehatan, serta gangguan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari. Menariknya, penolakan warga tidak berlangsung secara seragam, melainkan menunjukkan perbedaan intensitas antar kelompok masyarakat Penelitian ini menggunakan teori konflik Ralf Dahrendorf untuk menjelaskan konflik sosial yang muncul akibat ketimpangan distribusi kekuasaan dan otoritas dalam struktur masyarakat, serta teori eskalasi konflik Pruitt dan Rubin untuk menganalisis perbedaan intensitas penolakan antar kelompok warga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan terdiri dari 19 orang, yaitu 14 informan pelaku dari aktor-aktor dan RT yang terlibat aktif dalam penolakan, dan 5 informan pengamat dari WALHI, pihak perusahaan, dan DLH Jambi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumen untuk memperoleh data yang terkait dalam rencana pembangunan stockpile batu bara tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penolakan warga diwujudkan melalui berbagai tindakan kolektif yang berkembang secara bertahap, mulai dari diskusi internal antarwarga, pembentukan jaringan komunikasi lintas RT, pembentukan Barisan Perjuangan Rakyat (BPR), pengiriman surat penolakan kepada Walikota Jambi, pemasangan spanduk, hingga aksi demonstrasi sebanyak lima kali sepanjang 2023–2025. Intensitas penolakan warga terbagi ke dalam tiga kategori. Pertama, kelompok yang konsisten menolak dari awal, diwakili oleh warga RT 20 Desa Mendalo Darat serta RT 03, RT 04, RT 15, dan RT 17 Kelurahan Aur Kenali, yang aktif terlibat penuh dalam seluruh rangkaian aksi dan organisasi perjuangan. Kedua, kelompok yang awalnya tidak menolak kemudian berubah menjadi menolak, diwakili oleh RT 21 Desa Mendalo Darat serta RT 05 dan RT 06 Kelurahan Aur Kenali, dengan keterlibatan yang terbatas dan moderat. Ketiga, kelompok yang awalnya menolak keras namun kemudian menjadi menerima, diwakili oleh RT 02 Kelurahan Aur Kenali, akibat kelelahan sosial dan pertimbangan ekonomi. Perbedaan intensitas penolakan tersebut dipengaruhi oleh jarak tempat tinggal terhadap lokasi proyek, akses terhadap informasi dan pengalaman kolektif warga terhadap dampak industri sebelumnya, keterlibatan dalam organisasi perjuangan, pertimbangan manfaat dan dampak ekonomi dari perusahaan, serta keberadaan pemimpin atau elit dalam kelompok warga.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Alfitri, Ms Zuldesni, S. Sos, MA |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 11:02 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 11:02 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523192 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]