Pemanfaatan Batu Basalt Sebagai Absorber dan Serabut Kelapa Sebagai Isolator Pada Kolektor Surya Untuk Pengeringan Kulit Kayu Manis

Iqbal, Andika M. (2026) Pemanfaatan Batu Basalt Sebagai Absorber dan Serabut Kelapa Sebagai Isolator Pada Kolektor Surya Untuk Pengeringan Kulit Kayu Manis. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (252kB)
[img] Text (02. BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version

Download (190kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (558kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (163kB)
[img] Text (05. Skripsi FullText)
05. Skripsi FullText.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) merupakan komoditas ekspor unggulan yang memerlukan proses pengeringan hingga kadar air standar 14% untuk menjaga kualitasnya. Pengeringan tradisional memiliki keterbatasan pada ketergantungan cuaca dan risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja kolektor surya pelat datar bersirip dengan memanfaatkan material lokal berupa batu basalt sebagai absorber dan serabut kelapa sebagai isolator. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sistem pengering tipe rak (tray dryer) dengan membandingkan tiga metode: kolektor surya dengan batu basalt (KSB), kolektor tanpa batu basalt (KSTB), dan pengeringan konvensional (KONV). Parameter yang diamati meliputi intensitas radiasi matahari, temperatur, laju pengeringan, serta penurunan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode KSB memiliki kinerja termal yang paling unggul dan stabil. Kolektor KSB mencapai efisiensi tertinggi sebesar 11,26% dengan temperatur absorber mencapai 88,00°C. Dari sisi karakteristik pengeringan, metode KSB berhasil menurunkan kadar air dari 29,27% menjadi 13,71% dalam waktu 900 menit, lebih efektif dibandingkan KSTB (13,90%) dan konvensional (16,54%). Laju pengeringan rata- rata KSB mencapai 0,092 gram/menit, melebihi KSTB (0,091 gram/menit) dan konvensional (0,075 gram/menit). Kesimpulannya, sinergi antara sifat inersia termal batu basalt, insulasi serabut kelapa, dan penggunaan sirip mampu meningkatkan efisiensi penyerapan panas serta menghasilkan proses pengeringan yang lebih cepat, stabil, dan memenuhi standar kualitas produk.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Iskandar R, M.T
Uncontrolled Keywords: Kolektor Kurya; Batu Basalt; Serabut Kelapa; Kulit Kayu Manis; Efisiensi Termal
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: S1 Teknik Mesin
Date Deposited: 17 Apr 2026 04:22
Last Modified: 17 Apr 2026 04:22
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523149

Actions (login required)

View Item View Item