Studi Kliniko-Epidemiologi Liken Simpleks Kronikus Di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2022–2024

Alkaf, Fauziah Alwi (2026) Studi Kliniko-Epidemiologi Liken Simpleks Kronikus Di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2022–2024. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (602kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (350kB)
[img] Text (BAB 6 Penutup)
BAB 6 Penutup.pdf - Published Version

Download (280kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (254kB)
[img] Text (Skripsi Full Textt)
Skripsi Full Textt.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Liken simpleks kronikus adalah peradangan kulit kronis yang disebabkan oleh garukan berulang. Liken simpleks kronikus memiliki berbagai faktor risiko dan faktor pemicu timbulnya keluhan. Keluhan yang sering dirasakan pasien adalah gatal dan perubahan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran epidemiologi dan gambaran klinis pasien liken simpleks kronikus di RSUP Dr. M. Djamil periode 2022–2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien liken simpleks kronikus periode 2022–2024. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode total sampling. Besar sampel penelitian adalah 41 pasien. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini adalah karakteristik epidemiologi pasien liken simpleks kronikus terbanyak adalah berusia 31–40 tahun (29,3%), berjenis kelamin laki-laki (61%), tidak bekerja (39%), sudah kawin (73,2%), tidak diketahui data riwayat atopi diri (85,4%) dan keluarga (95,1%), tidak diketahui faktor pencetus gatal (73,2%), berdomisili di daerah perkotaan (65,8%), didiagnosis pada Bulan Februari dan November 2024 (masing-masing 9,8%), dan durasi terbanyak adalah pada rentang >1-10 tahun (24,4%). Karakteristik klinis terbanyak pasien adalah keluhan utama terbanyak adalah gatal dan bercak merah (22%), tidak memiliki stigmata atopi (87,8%), lokasi lesi berada di punggung kaki (24,5%), lesi berukuran plakat (50%), dan efloresensi lesi terbanyak adalah likenifikasi (21,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik epidemiologi terbanyak pasien liken simpleks kronikus adalah berusia 31–40 tahun, jenis kelamin laki-laki, tidak bekerja, sudah kawin, tidak diketahui riwayat atopi diri dan keluarga, tidak diketahui faktor pencetus, berdomisili di daerah perkotaan, didiagnosis pada Bulan Februari dan November 2024, durasi penyakit >1–10 tahun. Karakteristik klinis terbanyak adalah keluhan utama gatal dan bercak merah, tidak memiliki stigmata atopi, lokasi lesi di punggung kaki, lesi berukuran plakat, dan efloresensi lesi berupa likenifikasi.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.DVE., Subsp.DKE., M.Ag., FINSDV, FAADV; Dr. Adrial, M.Kes.
Uncontrolled Keywords: Studi Kliniko-Epidemiologi; Liken Simpleks Kronikus.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RL Dermatology
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Depositing User: S1 Kedokteran Kedokteran
Date Deposited: 17 Apr 2026 02:57
Last Modified: 17 Apr 2026 02:57
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523129

Actions (login required)

View Item View Item