Chaira, Silwa Maidatul (2026) Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan dengan Kejadian Depresi pada Pasien Kanker Ovarium yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (337kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (299kB) |
|
|
Text (BAB 7 Penutup)
BAB Akhir Penutup.pdf - Published Version Download (225kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (343kB) |
|
|
Text (Tugas Akhir Full Text)
Tugas Akhir Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kanker ovarium merupakan salah satu kanker ginekologi dengan angka mortalitas tertinggi dan sering terdiagnosis pada stadium lanjut karena gejala awalnya tidak spesifik dan sulit dikenali. Data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2022 menunjukkan bahwa kanker ovarium menempati peringkat ketiga kasus terbanyak kanker ginekologi di dunia, dengan 324.603 kasus baru dan 206.956 kematian. Tercatat 15.130 kasus baru dengan 9.673 kematian di Indonesia pada tahun yang sama. Kemoterapi menjadi terapi utama pada sebagian besar pasien kanker ovarium, terutama pada stadium lanjut. Namun, terapi ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis pasien. Salah satu gangguan psikologis yang sering muncul adalah depresi, dengan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu mencapai 27% pada pasien kanker ovarium. Tingkat pendidikan dan pengetahuan pasien diduga berperan penting dalam memengaruhi kemampuan adaptasi terhadap penyakit, pemahaman proses pengobatan, serta pengelolaan stres dan emosi selama menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada pasien kanker ovarium yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 33 pasien kanker ovarium yang sedang menjalani kemoterapi. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, Beck Depression Inventory-II (BDI-II), dan data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian depresi (r = -0,750; p < 0,05) dan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian depresi (r = -0,745; p < 0,05). Semakin tinggi tingkat pendidikan dan semakin baik pengetahuan pasien, semakin rendah tingkat kejadian depresi. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang terstruktur dan pendampingan psikososial sebagai bagian dari perawatan komprehensif pasien kanker ovarium.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Syamel Muhammad, Sp.OG. (K). Onk; Erda Mutiara Halida, S.ST., M. Keb |
| Uncontrolled Keywords: | Kanker Ovarium; Kemoterapi; Depresi; Tingkat Pendidikan; Tingkat Pengetahuan |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kebidanan |
| Depositing User: | S1 Kebidanan Kebidanan |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 07:46 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 07:46 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522946 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]