HERU, ARDILA PUTRA (2026) HUBUNGAN STABILITAS CLEAR CORNEAL INCISION TERHADAP PERUBAHAN NILAI REFRAKSI DAN KERATOMETRI PADA PASIEN KATARAK PASCA FAKOEMULSIFIKASI. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstra)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (894kB) |
|
|
Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (bab Akhir Kesimpulan dan Saran)
BAB AKHIR , KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version Download (478kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Full Teks Tesis)
full teks tesis.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (55MB) | Request a copy |
Abstract
HUBUNGAN STABILITAS CLEAR CORNEAL INCISION TERHADAP PERUBAHAN NILAI REFRAKSI DAN KERATOMETRI PADA PASIEN KATARAK PASCA FAKOEMULSIFIKASI Heru Ardila Putra, Muhammad Hidayat, Weni Helvinda Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Andalas RSUP Dr. M. Djamil Padang, Indonesia Abstrak Pendahuluan: Stabilitas clear corneal incision (CCI), perubahan refraksi dan keratometri penting dalam evaluasi pasca fakoemulsifikasi. Namun, hubungan integritas mikroarsitektur luka insisi kornea dengan hasil refraksi dan keratometri belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan stabilitas CCI dengan perubahan nilai refraksi dan keratometri setelah fakoemulsifikasi. Metode: Studi observasional kohort prospektif ini melibatkan 30 mata pasien katarak senilis yang menjalani fakoemulsifikasi tanpa komplikasi dengan insisi clear corneal di temporal berukuran 2,2 mm oleh satu operator. Evaluasi dilakukan pada hari ke-1, 7, 14, dan 28 pascaoperasi. Parameter refraksi serta keratometri diukur menggunakan autorefraktokeratometri. Arsitektur luka dinilai menggunakan anterior segment optical coherence tomography (AS-OCT). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Friedman, Wilcoxon, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman. Hasil: Arsitektur luka pada lapisan epitel dan stroma menunjukkan stabilitas sejak hari ke-7 pascaoperasi, tanpa ditemukannya epithelial gap, misalignment, maupun coaptation loss. Sebaliknya, proses penyembuhan pada lapisan endotel berlangsung lebih lambat, dengan masih ditemukannya Descemet’s membrane detachment (DMD), endothelial gaping, dan misalignment pada sebagian subjek hingga hari ke-28. Meskipun demikian, parameter refraksi dan keratometri menunjukkan perubahan minimal dengan perbedaan median umumnya ≤0,25 dioptri dan tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik sepanjang periode pengamatan (p > 0,05). Tidak ditemukan hubungan yang konsisten antara stabilitas CCI dengan vi perubahan refraksi maupun keratometri, kecuali hubungan sementara dengan K2 pada hari ke-14 (p = 0,034). Kesimpulan: Stabilitas refraksi dan keratometri dapat dicapai lebih awal seiring dengan stabilnya luka pada lapisan epitel dan stroma, meskipun proses penyembuhan endotel masih berlangsung. Temuan ini mendukung pertimbangan pemberian koreksi refraksi pada periode awal pascaoperasi.
| Item Type: | Thesis (Spesialis) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. M. Hidayat, SpM(K) ; dr. Weni Helvinda, SpM(K) |
| Uncontrolled Keywords: | Clear corneal incision, fakoemulsifikasi, refraksi, keratometri, ASOCT, penyembuhan luka |
| Subjects: | R Medicine > RE Ophthalmology |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Ilmu Kesehatan Mata |
| Depositing User: | Sp-1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 07:50 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 07:50 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522665 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric