Potensi Aktivitas Antibakteri dari Biosurfaktan Asal Isolat Bakteri Limbah Cair Kelapa Sawit (POME)

Asary, Salsabila (2026) Potensi Aktivitas Antibakteri dari Biosurfaktan Asal Isolat Bakteri Limbah Cair Kelapa Sawit (POME). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
01. COVER dan ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (719kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
02. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (703kB)
[img] Text (BAB 7 PENUTUP)
03. BAB 7 PENUTUP.pdf - Published Version

Download (689kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (789kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
05. SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent, POME) merupakan sumber mikroorganisme yang berpotensi menghasilkan biosurfaktan dengan aktivitas biologis bernilai tambah, termasuk sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan menyeleksi isolat bakteri asal POME penghasil biosurfaktan, mengidentifikasi isolat potensial secara molekuler, mengevaluasi aktivitas antibakteri biosurfaktan terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, serta mengkarakterisasi profil kimiawinya. Sebanyak sebelas isolat bakteri POME dilakukan penapisan awal menggunakan uji indeks emulsifikasi (E24), pergeseran minyak, dan hemolisis. Isolat dengan aktivitas tertinggi diidentifikasi berdasarkan sekuens gen 16S rRNA. Biosurfaktan yang dihasilkan diuji aktivitas antibakterinya melalui uji konsentrasi hambat minimum (MIC), difusi cakram, serta uji kombinasi dengan antibiotik menggunakan metode fractional inhibitory concentration index (FICI). Karakterisasi senyawa dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Liquid Chromatography–Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu isolat bakteri POME memiliki kemampuan menghasilkan biosurfaktan dengan aktivitas antibakteri yang lebih efektif terhadap C. acnes dibandingkan S. aureus. Uji kombinasi menunjukkan adanya peningkatan efek antibakteri ketika biosurfaktan dikombinasikan dengan antibiotik konvensional. Analisis FTIR dan LC-MS/MS mengindikasikan keberadaan gugus fungsi dan senyawa yang konsisten dengan karakteristik biosurfaktan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa biosurfaktan yang dihasilkan oleh isolat bakteri asal POME berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami, khususnya untuk aplikasi biomedis topikal, meskipun diperlukan pemurnian lanjutan untuk meningkatkan spesifisitas dan efektivitasnya.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. dr. Netti Suharti, M.Kes; Dr. M. Eka Prastya, S.Si., M.Si
Uncontrolled Keywords: Biosurfaktan; POME; Aktivitas Antibakteri; Cutibacterium acnes; Staphylococcus aureus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Ilmu Biomedis
Depositing User: S1 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 18 Apr 2026 03:35
Last Modified: 18 Apr 2026 03:35
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522397

Actions (login required)

View Item View Item