Dampak Realokasi Subsidi Pupuk Terhadap Sektor Pertanian, Sektor Nonpertanian, dan Emisi N₂O di Indonesia: Pendekatan Model Computable General Equilibrium Recursive Dynamic

Putri, Mega Amelia (2026) Dampak Realokasi Subsidi Pupuk Terhadap Sektor Pertanian, Sektor Nonpertanian, dan Emisi N₂O di Indonesia: Pendekatan Model Computable General Equilibrium Recursive Dynamic. S3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (243kB)
[img] Text (03. Bab Akhir)
03. Bab Akhir.pdf - Published Version

Download (200kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (267kB)
[img] Text (05. Disertasi Full Text)
05. Disertasi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Subsidi pupuk di Indonesia selama ini didominasi oleh pupuk anorganik yang menyerap lebih dari 90 persen total anggaran, sehingga mendistorsi harga relatif input, memperkuat ketergantungan pada pupuk sintetis, dan meningkatkan emisi dinitrogen oksida (N₂O) dari sektor pertanian. Dalam konteks keterbatasan fiskal, stabilitas produksi pangan, dan komitmen mitigasi perubahan iklim, realokasi subsidi pupuk menjadi instrumen kebijakan strategis untuk mendorong sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi. Penelitian ini menganalisis dampak ekonomi dan lingkungan dari realokasi subsidi pupuk di Indonesia selama periode 2021–2030 menggunakan model ORANI-G Recursive dynamic Computable General Equilibrium (CGE). Guncangan harga satu kali diterapkan pada tahun 2022 dengan tiga skenario kebijakan, yaitu S₁ (−10/+10 persen), S₂ (−20/+20 persen), dan S₃ (−30/+30 persen), yang merepresentasikan pergeseran subsidi dari pupuk anorganik ke pupuk organik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan harga sepenuhnya ditransmisikan ke permintaan pupuk, ditandai dengan penurunan penggunaan pupuk anorganik dan peningkatan penggunaan pupuk organik secara konsisten antar-skenario. Dampak terhadap biaya produksi, output, dan tenaga kerja sektor pertanian bersifat terbatas dan sementara, sementara sektor nonpertanian menunjukkan kontraksi ringan pada industri pupuk anorganik dan ekspansi moderat pada sektor perdagangan dan transportasi. Dari sisi lingkungan, realokasi subsidi pupuk menurunkan emisi N₂O sebesar 707–1.741 Gg CO₂-ekuivalen hingga tahun 2030 dan menghasilkan manfaat social cost of carbon sebesar Rp372–915 miliar. Secara keseluruhan, skenario S₂ memberikan hasil paling seimbang antara stabilitas ekonomi dan manfaat lingkungan, sejalan dengan target NDC 2030 dan visi Net Zero Emission 2060.

Item Type: Thesis (S3)
Supervisors: Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE, MA ; Endrizal Ridwan, SE, M.Ec, Ph.D ; Dr. Fajri Muharja, SE, M.Si
Uncontrolled Keywords: Subsidi pupuk; Emisi N₂O; Realokasi kebijakan; CGE; Pertanian berkelanjutan
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HB Economic Theory
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S3 Ekonomi
Depositing User: S3 Ekonomi Ekonomi
Date Deposited: 07 Apr 2026 02:09
Last Modified: 07 Apr 2026 02:09
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522255

Actions (login required)

View Item View Item