Ar Rahman, Muhammad Dhafa (2026) Evaluasi Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) dengan Variasi Pelarut Metanol-Air Menggunakan Kombinasi Spektroskopi FTIR dan Kemometrik. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (234kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (335kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (34kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Radikal bebas berlebih dapat memicu stress oksidatif dan penyakit degeneratif, sehingga diperlukan antioksidan eksogen alami seperti, daun sirih hutan (Piper aduncum L.) yang mengandung senyawa bioaktif, terutama fenolik dan flavonoid. Aktivitas antioksidan suatu ekstrak sangat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak daun sirih hutan yang diekstraksi dengan berbagai rasio pelarut metanol dan air, serta mengklasifikasikan ekstrak dan memprediksi gugus fungsi yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan menggunakan kombinasi spektroskopi FTIR dan kemometrik. Simplisia daun sirih hutan diekstraksi dengan metode maserasi pada rasio rasio 1:10 (b/v) antara simplisia dan pelarut. Variasi pelarut yang digunakan meliputi metanol 99%, 80%, 70%, 50%, 30%, 10%, dan air 100%. Maserat yang diperoleh kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak ditentukan kandungan fenolik total, flavonoid total, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS. Selanjutnya, ekstrak dianalisis menggunakan spektroskopi FTIR dan dilanjutkan dengan analisis kemometrik, yaitu Principal Component Analysis (PCA) dan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol 99% memiliki aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar 239,21 µg/mL, serta kadar fenolik total dan flavonoid total tertinggi masing-masing sebesar 21,63 mgGAE/g dan 27,04 mgEQ/g. Analisis PCA mampu mengelompokkan ekstrak ke dalam empat kelompok berdasarkan variasi pelarut, sedangkan analisis PLS menunjukkan bahwa gugus fungsi O-H, C=C aromatik, C-H, dan C-H aromatik berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol 99% memberikan aktivitas antioksidan terbaik, serta kombinasi FTIR dan kemometrik dapat mengklasifikasikan ekstrak serta memprediksi gugus fungsi yang berkontribusi signifikan terhadap aktivitas antioksidan daun sirih hutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | apt. Suryati, M.Si, Ph.D ; Prof. Dr. apt. Elidahanum Husni, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Piper aduncum L.; antioksidan; FTIR; PCA; PLS |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S1 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 04:31 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 04:31 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric